INDOZONE.ID - Sebelum membeli motor listrik, ada satu pertanyaan teknis yang sering diabaikan, di mana letak motor penggeraknya?
Ini bukan sekadar soal desain. Posisi motor penggerak menentukan bagaimana tenaga disalurkan ke roda, seberapa mudah kendaraan dirawat, hingga seberapa andal motor tersebut saat menghadapi kondisi jalanan Indonesia yang penuh lubang, genangan air, dan tanjakan.
Saat ini, ada tiga jenis sistem penggerak yang umum digunakan pada motor listrik roda dua, yaitu hub drive, mid drive, dan side drive.
Ketiganya memiliki cara kerja, karakter, serta keunggulan yang berbeda-beda.
Lalu, mana yang paling cocok untuk kondisi jalan di Indonesia?
Baca juga: 6 Motor Listrik Mid Drive di Indonesia, Jago Nanjak dan Torsinya Besar
Hub drive merupakan sistem penggerak yang paling banyak digunakan pada motor listrik komuter. Pada sistem ini, motor listrik ditempatkan langsung di dalam roda belakang sehingga tenaga dapat disalurkan ke ban tanpa melalui rantai, belt, maupun komponen transmisi lainnya.
Keunggulan utamanya terletak pada konstruksi yang sederhana. Karena minim komponen mekanis tambahan, biaya produksi menjadi lebih rendah dan perawatan sehari-hari pun relatif mudah.
Driver ojol mengendarai MAKA Cavalry. (Dok. MAKA Motors)
Karakter tenaga yang dihasilkan juga terasa responsif saat akselerasi awal, cocok untuk penggunaan di area perkotaan yang padat.
Baca juga: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta, Siapa yang Berhak Dapat?
Namun, tantangan mulai muncul ketika motor harus menghadapi kondisi jalan yang lebih berat.
Karena bekerja dengan rasio tunggal atau direct drive, kemampuan menanjak motor hub drive sangat bergantung pada besarnya daya motor.
Saat menghadapi tanjakan curam, motor harus bekerja lebih keras pada putaran rendah untuk menghasilkan torsi yang dibutuhkan. Jika daya yang tersedia tidak cukup besar, suhu motor dapat meningkat dan memicu sistem perlindungan panas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bike Yard Online, Em3 EV