INDOZONE.ID - Sebuah SUV Jetour T2 terbakar usai ditabrak BMW di Tol Jagorawi KM 31B, Minggu malam (1/2/2026).
Kecelakaan ini melibatkan dua pengemudi muda dan terjadi di bahu jalan. Ahli pun mengingatkan kepada anak muda cara berkendara yang aman dan tidak ngebut.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.27 WIB di Tol Jagorawi KM 31B, arah Ciawi menuju Jakarta. Berdasarkan laporan kepolisian, Jetour T2 berada di bahu kiri jalan.
Di saat yang sama, sebuah BMW yang melaju dari lajur dua mencoba menyalip lewat bahu kiri. Manuver ini berujung benturan keras.
BMW menghantam sisi kanan Jetour T2. Akibatnya, SUV tersebut terpental ke kiri, menabrak guardrail, lalu terbakar di lokasi kejadian.
Jetour T2 dikemudikan oleh M Raza Al Zahra Nugraha, mahasiswa asal Bogor yang memiliki SIM A Jawa Barat.
Sementara itu, BMW bernomor polisi B 2904 PBU dikemudikan Dumas Prasetya, juga mahasiswa asal Bogor dengan SIM A Jawa Barat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan kendaraan cukup parah dan api sempat membakar Jetour T2 sebelum berhasil dipadamkan.
Dua-duanya Melanggar Aturan?
Instruktur keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, menilai kecelakaan ini berangkat dari pelanggaran mendasar.
“Kalau dilihat dari posisi kendaraan, kedua mobil berada di bahu jalan. Itu sudah pelanggaran. Bahu jalan semestinya tidak digunakan untuk melaju atau menyalip,” kata Jusri kepada Indozone dikutip Rabu (4/1/2026).
Baca juga: Spesfikasi Jetour T2 yang Terbakar Usai Diseruduk BMW di Tol Jagorawi
Baca juga: Jetour T2 Terbakar Usai Diseruduk BMW di Tol Jagorawi, Gimana Sih Kronologinya?
Baca juga: Harga Jetour T2 Resmi Diumumkan di GJAW 2025, Seberapa Kuat Bersaing dengan SUV Diesel Lainnya?
Menurutnya, keberadaan Jetour T2 dan BMW di bahu jalan menjadi faktor utama yang memicu insiden tersebut.
Jusri menyoroti faktor usia pengemudi. Keduanya masih muda dan berada di fase emosi yang labil.
“Anak muda itu secara psikis masih mencari jati diri. Ada dorongan eksistensi, adrenalin, dan rasa ingin menunjukkan kehebatan,” ujarnya.
Namun, dorongan tersebut kerap bertabrakan dengan realitas jalan raya yang merupakan ruang publik, bukan arena pembuktian diri.
Jalan Raya Bukan Tempat Cari Eksistensi
Jusri menegaskan bahwa jalan raya memiliki tanggung jawab moral yang besar bagi setiap penggunanya.
“Jalan raya itu ruang publik. Artinya, kita wajib patuh aturan, punya empati, dan mengantisipasi risiko orang lain,” kata dia.
Ia menilai kecelakaan seperti Jetour T2 ditabrak BMW berawal dari mindset yang keliru saat berada di jalan.
Usia Muda Jadi Penyumbang Kecelakaan Terbesar
Data yang disampaikan Jusri cukup mengkhawatirkan. Kelompok usia 15–29 tahun disebut sebagai kontributor terbesar kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
“Dari sekitar 30 ribu kematian di jalan raya setiap tahun, 60–70 persennya berasal dari usia muda,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menilai kejadian ini harus jadi pelajaran serius
Beruntung Tanpa Korban Jiwa, Tapi Jangan Diulang
Meski Jetour T2 terbakar hebat, insiden ini dinilai masih beruntung karena tidak menelan korban jiwa.
“Jangan sampai karena emosi sesaat atau ingin pamer, perjalanan hidup kita berhenti di jalan,” kata Jusri.
Ia menyarankan anak muda menyalurkan eksistensi dan adrenalin lewat prestasi, bukan lewat manuver berbahaya di jalan tol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Narasumber