Senin, 22 JUNI 2026 • 19:48 WIB

Purbaya Yakin Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Alasannya

Author

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin harga BBM jenis Pertamax bisa turun. (Dok. Antara/Rivan Awal Lingga/sgd)

INDOZONE.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut harga BBM non-subsidi, Pertamax berpotensi turun jika harga minyak dunia kembali melemah.

Menurutnya, peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran bisa menjadi salah satu faktor yang menekan harga minyak global, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia pada semester II 2026.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Dia menilai, kondisi ekonomi global mulai menunjukkan sinyal yang lebih positif dibanding beberapa bulan terakhir.

Salah satu alasannya adalah munculnya peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Jika ketegangan geopolitik mereda, pasokan minyak dunia berpotensi lebih stabil dan harga minyak mentah bisa bergerak turun.

“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan makin kuat,” kata Purbaya dilansir dari Antara.

Baca juga: Harga Pertamax Naik? Nih 5 Cara Berkendara Ini agar Bensin Nggak Cepat Habis

Baca juga: Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Jadi Rp16.250

Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang harga jualnya mengikuti berbagai faktor pasar, termasuk harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah.

jaid, saat harga minyak dunia naik, biaya pengadaan BBM ikut meningkat. Sebaliknya, jika harga minyak turun, harga jual BBM berpeluang ikut terkoreksi.

Purbaya menjelaskan salah satu tekanan yang sempat dirasakan Indonesia berasal dari kenaikan harga minyak dunia.

Ketika harga energi melonjak, pemerintah harus menyesuaikan sebagian harga BBM non-subsidi. Kondisi itu pada akhirnya ikut memengaruhi pengeluaran masyarakat dan dunia usaha.

“Artinya momentum pertumbuhan harusnya membaik ke depan. Karena kita tahu, salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi, walaupun yang bersubsidi kita pertahankan,” ujarnya.

Pernyataan Purbaya muncul hanya beberapa pekan setelah Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi.

Mulai 10 Juni 2026 pukul 00.00 WIB, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya berada di kisaran Rp12.300 hingga Rp12.950 per liter.

Sementara Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU