Minggu, 24 MARET 2024 • 13:10 WIB

Shell Bakal Tutup 1.000 SPBU, Fokus Beralih ke Kendaraan Listrik

Author

Ilustrasi Shell. (REUTERS/Marcos Brindicci)

INDOZONE.ID - Raksasa energi Shell mengumumkan rencananya untuk menutup 1.000 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh dunia, hingga tahun 2025.

Penutupan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk beralih ke energi yang lebih berkelanjutan, dan fokus pada pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

"Kami berencana untuk melepas sekitar 500 lokasi (SPBU) milik Shell termasuk perusahaan patungan setiap tahunnya pada 2024 dan 2025," tulis Shell dalam Laporan Energy Transition Strategy 2024, dikutip Sabtu (23/03/2024).

Menurut laporan Shell, penutupan SPBU akan difokuskan pada wilayah di mana terdapat permintaan tinggi untuk kendaraan listrik, dan di mana terdapat banyak pilihan pengisian daya alternatif.

"Kami mengembangkan bisnis pengisian daya kendaraan listrik demi mendukung pelanggan yang memilih beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin atau solar ke kendaraan listrik," tulis shell. 

Baca Juga: Lanjutkan Kerja Sama, Shell Advance Kembali Dukung Tim Ducati Corse di MotoGP 2023 Mandalika

Rencana Shell untuk Kendaraan Listrik:

Sebagai gantinya, Shell berencana untuk meningkatkan investasi dalam infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Shell menargetkan untuk memiliki 500.000 titik pengisian daya kendaraan listrik di seluruh dunia pada tahun 2025.

Penutupan SPBU Shell merupakan tanda bahwa era kendaraan bensin mulai beralih ke era kendaraan listrik.

Shell dan perusahaan energi lainnya perlu beradaptasi dengan perubahan ini agar dapat terus berkembang di masa depan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sindonews

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU