Ilustrasi rem motor. (Freepik)
INDOZONE.ID - Rem merupakan salah satu komponen keselamatan paling krusial pada sepeda motor. Tanpa sistem pengereman yang bekerja optimal, risiko kecelakaan bisa meningkat drastis, terutama di jalanan yang padat atau saat melaju dengan kecepatan tinggi.
Maka dari itu, kondisi rem kurang pakem harus segera ditangani sebelum membahayakan pengendara maupun orang lain. Sayangnya, banyak pengendara motor yang kurang menyadari tanda-tanda rem bermasalah.
Dalam artikel ini, Indozone bakal bahas penyebab rem motor kurang pakem, lengkap dengan penjelasan dan solusinya. Simak selengkapnya di bawah ini!
Penyebab paling umum rem motor kurang pakem adalah kampas rem yang aus. Kampas rem yang tipis, tidak mampu mencengkeram cakram atau tromol secara maksimal.
Sehingga, proses pengereman jadi terasa lebih lama dan tidak sekuat biasanya. Ini sering terjadi karena penggunaan rutin tanpa pemeriksaan berkala.
Solusinya, tentu saja dengan mengganti kampas rem yang sudah menipis. Kamu bisa mengecek kampas rem secara visual, terutama jika motor menggunakan rem cakram.
Jika bagian gesekannya sudah hampir menyentuh dudukan logam, itu tandanya harus segera diganti. Jangan tunda terlalu lama karena bisa merusak cakram dan membahayakan keselamatan.
Ilustrasi Mengisi Minyak Rem Mobil
Pada sistem rem cakram, minyak rem atau cairan hidrolik sangat berperan penting. Jika minyak rem habis, bocor, atau sudah terlalu kotor, maka tekanan dari tuas rem tidak bisa disalurkan dengan optimal ke kaliper.
Akibatnya, rem menjadi lembek dan tidak responsif, bahkan bisa gagal berfungsi dalam situasi darurat.
Baca juga: Ganti Kampas Rem Motor Tiap Berapa KM? Simak Waktu Ideal yang Harus Kamu Perhatikan!
Pastikan kamu rutin memeriksa volume minyak rem melalui reservoir transparan di dekat stang motor. Jika terlihat kotor atau keruh, segera ganti dengan cairan baru.
Gunakan minyak rem sesuai spesifikasi pabrikan (DOT 3 atau DOT 4), dan hindari pencampuran merek atau tipe berbeda untuk menjaga performa rem tetap optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda