Ilustrasi rem motor. (Freepik)
INDOZONE.ID - Salah satu komponen paling vital dalam sistem pengereman motor adalah kampas rem. Meskipun ukurannya kecil, peran kampas rem sangat besar dalam menjaga keselamatan kamu saat berkendara.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang menganggap remeh kondisi kampas rem.
Padahal, kampas rem yang sudah menipis, tidak hanya mengurangi efektivitas pengereman, tapi juga bisa menyebabkan kerusakan pada cakram atau tromol yang biayanya jauh lebih mahal.
Pertanyaannya sekarang, ganti kampas rem motor itu idealnya tiap berapa kilometer? Apakah ada patokan pasti, atau hanya berdasarkan feeling dan suara?
Nah, di artikel ini, Indozone akan memberikan penjelasan lengkap tentang jarak tempuh ideal, untuk mengganti kampas rem motor. Simak selengkapnya di bawah ini!
Kampas rem berfungsi untuk menciptakan gesekan dengan cakram atau tromol, sehingga motor bisa melambat atau berhenti.
Karena tugasnya yang berat dan terus-menerus digunakan, kampas rem termasuk komponen yang akan aus seiring waktu.
Pada motor dengan rem cakram, kampas rem berada di dalam kaliper. Saat tuas rem ditekan, piston di dalam kaliper akan mendorong kampas rem ke arah piringan cakram, menciptakan gesekan yang menghentikan roda.
Baca juga: Penyebab Master Rem Motor Rusak dan Cara Merawatnya dengan Mudah
Sementara pada rem tromol, kampas rem terletak di dalam rumah tromol, dan bekerja dengan cara mengembang ke luar untuk menekan permukaan tromol dari dalam.
Nah, jadi tiap berapa KM ganti kampas rem itu? Secara umum, kampas rem motor idealnya diganti setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer, tergantung dari:
Baca juga: 9 Tips Merawat Motor Matic Biar Tetap Nyaman dan Awet Dipakai Jalan-Jalan
Untuk motor matic yang sering digunakan di area perkotaan dengan lalu lintas padat, kampas rem biasanya lebih cepat aus, bahkan bisa habis di kisaran 8.000 – 10.000 KM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda