Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 11 JULI 2026 • 19:00 WIB

Ini Cara Rawat Mobil Matic Biar Nggak Cepat Rusak

Ini Cara Rawat Mobil Matic Biar Nggak Cepat RusakIlustrasi mobil matic. (freepik)

INDOZONE.ID - Mobil matic selalu menawarkan kenyamanan dan kemudahan saat berkendara. Tapi di balik kemudahan itu, transmisi matic justru lebih sensitif. 

Berikut tips yang bisa diterapkan agar mobil matic awet.

1.Jangan Pindah Tuas Transmisi Sebelum Mobil Benar-Benar Berhenti 

Ini termsuk "dosa besar" yang sering nggak disadari pengemudi, misalnya buru-buru memindahkan tuas ke posisi R padahal mobil masih melaju pelan ke depan.

Di dalam transmisi ada roda gigi yang berputar berlawanan arah, sehingga kalau dipaksa berpindah saat mobil masih bergerak, gigi-gigi tersebut bisa saling bertabrakan dan berisiko merusak komponen internal transmisi.

Baca juga: Kamu Pemula? Berikut Tips Mengemudi Mobil Matic agar Mesin Lebih Awet

Pastikan mobil benar-benar berhenti total sebelum memindahkan tuas dari D ke R atau sebaliknya, dan beri jeda 1-2 detik supaya mekanisme di dalam transmisi selesai bekerja sebelum menerima perintah berikutnya.

2. Gunakan Posisi Netral Saat Berhenti Lama

Kalau berhenti cukup lama, misalnya di lampu merah, sebaiknya jangan biarkan tuas terus di posisi D sambil menahan laju mobil dengan rem saja.

Posisi D yang dipertahankan dalam waktu lama membuat kampas kopling di dalam transmisi terus bergesekan, sehingga lebih cepat aus.

Idealnya, kalau berhenti lebih dari 10-15 detik, pindahkan tuas ke posisi N (netral) sekaligus tarik rem tangan. Ini juga berlaku saat berhenti di tanjakan, jangan menahan posisi mobil dengan cara menahan gas tipis-tipis.

Karena kebiasaan ini bisa memanaskan torque converter dan kampas kopling secara ekstrem hingga oli transmisi mendidih dan kehilangan kemampuan melumasi.

3. Rutin Ganti Oli

Oli transmisi punya peran krusial untuk melumasi dan menjaga suhu kerja gearbox. Idealnya, oli transmisi diganti setiap sekitar 40.000 kilometer, meski ada juga yang merekomendasikan interval hingga 80.000 kilometer tergantung jenis dan rekomendasi pabrikan.

Transmisi jenis CVT tergolong lebih sensitif dibanding transmisi konvensional, karena telat sedikit saja mengganti oli bisa menyebabkan sabuk baja (belt) di dalamnya selip bahkan putus.

Selain rutin menggantinya, pastikan juga jenis oli yang digunakan sesuai spesifikasi pabrikan, jangan sampai tertukar antara ATF untuk transmisi konvensional dan CVTF untuk transmisi CVT, karena keduanya punya viskositas dan kandungan aditif yang berbeda total.

4. Panaskan Mesin Sebelum Berkendara

Meski terkesan sepele, memanaskan mesin sebelum berkendara tetap penting dilakukan, cukup sekitar 1-2 menit sampai putaran mesin turun ke posisi idle normal di bawah 1.000 rpm.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000, Toyota

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ini Cara Rawat Mobil Matic Biar Nggak Cepat Rusak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!