INDOZONE.ID - Motor matic yang terendam banjir sering bikin panik, apalagi kalau air sudah masuk ke bagian mesin atau CVT.
Banyak orang buru-buru ingin menyalakan motor untuk mengecek kondisinya. Padahal, langkah ini justru bisa memperparah kerusakan.
Air yang masuk ke ruang bakar, jalur kelistrikan, dan sistem transmisi bisa memicu karat, korsleting, hingga kerusakan besar kalau tidak ditangani dengan benar.
Kondisi banjir biasanya membawa lumpur, pasir halus, dan kotoran lain yang bisa menyumbat saluran penting di dalam motor.
Kalau dibiarkan, jangka panjangnya motor bisa jadi susah hidup, tarikan berat, bahkan mogok total. Biar gak salah langkah, ini yang sebaiknya kamu lakukan kalau motor matic terendam banjir.
Oli mesin adalah komponen vital yang menjaga agar mesin tetap halus dan tidak cepat panas. Menjelang libur panjang, pastikan oli masih dalam kondisi bagus dan volumenya cukup.
Kalau warna oli sudah hitam pekat atau jarak tempuh sudah mendekati batas servis, sebaiknya langsung diganti.
Oli yang masih fresh akan membuat tarikan motor lebih ringan, mesin tidak cepat panas, dan konsumsi bahan bakar juga lebih stabil.
Ini penting banget kalau kamu berencana menempuh perjalanan jauh atau melewati jalur macet.
CVT Motor Vespa Matic. (Instagram/@ajm_skuter)
Salah satu kelemahan motor matic terletak pada bagian CVT yang jarang diperhatikan. Padahal, komponen ini sangat berpengaruh pada akselerasi dan kenyamanan berkendara.
Coba dengarkan apakah ada bunyi berisik dari area CVT, atau getaran yang tidak wajar saat motor berjalan.
Baca juga: 5 Perawatan CVT Yamaha Aerox Alpha Turbo 2025 Supaya Tetap Terawat dan Gak Rewel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Astra-honda.com