Ilustrasi ganti oli mobil. (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih meremehkan jadwal ganti oli mobil, entah karena lupa atau merasa mobil masih aman dipakai.
Padahal, oli yang telat diganti bisa memicu overheating, boros bensin, komponen cepat aus, sampai risiko mesin jebol.
Berikut penjelasan lengkap kenapa mengganti oli tepat waktu itu penting, dilansir dari laman Astra Daihatsu Motor.
Sebelum membahas efek telat ganti oli mobil, kapan sih waktu yang tepat dan apa sih fungsi ganti oli?
Oli mesin punya tugas vital. Melumasi, mendinginkan, dan melindungi komponen penting di dalam mesin.
Begitu kualitasnya menurun, semua fungsi itu ikut hilang. Mesin jadi bekerja lebih keras, lebih panas, dan lebih boros.
Interval ganti oli berbeda-beda tergantung pemakaian dan jenis olinya. Umumnya, penggantian dilakukan setiap 5.000–10.000 km atau tiap 6 bulan untuk mobil harian.
Bahkan mobil yang jarang dipakai tetap butuh ganti oli setiap 6–12 bulan karena oli bisa menurun kualitasnya akibat oksidasi.
Baca juga: Bahaya Poles Cat Mobil Terlalu Sering, Bukannya Kinclong Malah Rusak!
Berikut ini efek telat anti oli mobil, yang jika berkepanjangan bisa merusak mobil kamu.
Saat kualitas oli menurun, kemampuan oli menyerap dan menyalurkan panas ikut turun. Mesin bekerja tanpa pelumasan optimal dan suhu naik lebih cepat.
Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa memicu overheating ringan yang membuka pintu ke masalah lain.
Fungsi dasar oli adalah melapisi komponen supaya tidak bergesekan langsung. Ketika oli sudah menipis atau kotor, lapisan ini hilang.
Hasilnya? Gesekan meningkat dan mesin harus bekerja lebih keras. Lama-lama, keausan muncul di bagian yang penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Astra Daihatsu Motor