Ilustrasi touring menggunakan motor matic. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Touring jarak jauh gak meuelu soal cerita menyenangkan. Di balik itu, motor bekerja ekstra.
Mesin menyala lebih lama, rem dipakai lebih intens, dan ban menahan beban plus kondisi jalan yang beragam.
Oleh karena itu, pengecekan motor setelah touring jauh bukan pilihan, tapi kebutuhan.
Saat motor touring menempuh ratusan kilometer, hampir semua komponen utama ikut “lembur”.
Mesin bekerja dalam durasi panjang dengan beban konstan.
Ban dan kaki-kaki menghadapi tekanan ekstra, sementara sistem pengereman dipaksa kerja lebih keras, terutama di lalu lintas padat atau jalur menurun.
Tanpa perawatan pasca touring, performa bisa menurun. Risiko keselamatan pun ikut meningkat.
Yamaha Indonesia Motor Mfg., menekankan bahwa perawatan setelah perjalanan jauh adalah bagian dari menjaga keselamatan berkendara.
“Kami ingin memastikan setiap sepeda motor tetap berada dalam kondisi optimal, aman, dan nyaman untuk kembali digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, Community & YRA, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, kepada Indozone dikutip Jumat (16/1/2026).
Pengecekan Wajib Setelah Motor Touring Jauh
Sebelum motor kembali dipakai harian, ada beberapa komponen yang sebaiknya langsung dicek. Ada kok yang bisa kamu laukan sendiri di rumah.
Cek volume dan kondisi oli. Touring jauh membuat oli bekerja lebih keras dari biasanya.
Untuk pengguna motor Yamaha, kondisi motor bisa dipantau lewat Y-Connect, termasuk pengingat perawatan berkala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YIMM