Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 MARET 2026 • 09:57 WIB

Kelemahan Start-Stop Engine, Ini Penjelasannya!

Kelemahan Start-Stop Engine, Ini Penjelasannya!Ilustrasi Start-Stop Engine (Freepik)

INDOZONE.ID - Kelemahan Start-Stop Engine menjadi hal yang sering dipertanyakan oleh pemilik mobil modern.

Fitur ini memang semakin banyak digunakan pada kendaraan keluaran terbaru, baik di mobil premium maupun non-premium. Sistem ini biasanya terintegrasi dengan tombol starter dan Smart Key, sehingga pengemudi tidak lagi menggunakan anak kunci konvensional.

Meski terlihat praktis dan canggih, Start-Stop Engine tetap memiliki sisi kelemahan yang perlu dipahami. 

Apa saja kelemahan Start-Stop Engine? Berikut penjelasannya.

Baca juga: 4 Tips Merawat Kaca Spion Mobil agar Tetap Awet dan Tidak Mudah Rusak

Sekilas Tentang Fungsi Start-Stop Engine

Sebelum membahas kelemahannya, penting untuk memahami fungsi utama sistem ini.

Start-Stop Engine dirancang untuk memberikan kemudahan saat menyalakan mesin, karena cukup menekan tombol tanpa memasukkan kunci ke lubang kontak.

Selain itu, fitur ini juga diklaim membantu menekan konsumsi bahan bakar sekitar 3 persen. Dari sisi keamanan, sistem yang terhubung dengan Smart Key membuat mobil hanya dapat diakses oleh pemegang kunci yang terdaftar, sehingga relatif lebih aman.

Baca juga: Pelabuhan Ciwandan Siap Tampung 5.000 Motor Pemudik Lebaran 2026, 4 Dermaga Disiapkan

Kelemahan Start-Stop Engine yang Perlu Diketahui

Meski menawarkan sejumlah keunggulan, Start-Stop Engine memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Berikut kelemahannya.

1. Membutuhkan Perawatan Rutin

Start-Stop Engine sangat bergantung pada sistem kelistrikan mobil. Karena itu, kondisi kelistrikan dan tombol starter harus dicek secara berkala.

Jika terdapat gangguan pada sistem listrik, fungsi starter otomatis bisa ikut bermasalah. Perawatan yang kurang optimal dapat memicu gangguan pada sistem ini.

2. Masa Pakai Smart Key Terbatas

Smart Key yang terhubung dengan sistem ini memiliki masa aktif tertentu, umumnya sekitar 3 hingga 5 tahun.

Setelah melewati periode tersebut, ada kemungkinan muncul kendala seperti error saat proses penggantian kunci, terutama yang berkaitan dengan sistem keamanan seperti rolling code atau hopping code. Hal ini tentu menjadi pertimbangan dari sisi jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzukimegahputra

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kelemahan Start-Stop Engine, Ini Penjelasannya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!