Ilustrasi servis motor (Freepik/jaynothing)
INDOZONE.ID - Motor terasa berat saat dikendarai bukan selalu tanda kerusakan serius. Penyebabnya bisa sesederhana filter udara kotor, oli yang sudah lewat masa pakai, atau ban kempes.
Tapi kalau dibiarkan, performa motor terus turun dan komponen bisa rusak lebih parah.
Melansir laman Yanaha Indonesia, tarikan gas motor yang loyo biasanya datang dari tiga area utama, yakni sistem udara dan bahan bakar, kondisi oli dan mesin, serta jalur penggerak ke roda.
Kalau salah satu area ini bermasalah, performa motor langsung terasa.
Baca juga: Merawat Motor Biar Awet, Hindari 3 Benda Berbahaya Ini
Baca juga: Serius, Konversi Motor Listrik cuma Rp 5 Juta?
Biasanya, sebagian besar kasus bukan soal mesin yang rusak berat.
Ilustrasi servis motor. (YIMM)
Banyak pengendara yang akhirnya ke bengkel dan keluar hanya karena filter udara kotor atau rantai kurang oli.
Gejala paling umum yang bisa langsung dirasakan, yaitu tarikan gas loyo saat start, motor ngeden di tanjakan, mesin bergetar lebih dari biasanya, atau akselerasi terasa patah-patah.
Sebelum panik atau langsung ke bengkel, ada beberapa cek cepat yang bisa dilakukan sendiri.
Pertama, pantul gas saat mesin stasioner. Kalau putaran mesin naik-turunnya tidak mulus, kemungkinan ada masalah di suplai bahan bakar atau aliran udara.
Kedua, putar kunci ke posisi ON dan dengarkan suara pompa bensin, harus terdengar selama 2–3 detik.
Kalau pelan atau tidak konsisten, pompa bisa jadi biang keroknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YIMM