INDOZONE.ID - Modifikasi mobil bergaya ceper atau lowered hingga kini masih populer di kalangan penggemar otomotif karena mampu memberikan tampilan yang lebih sporty dan agresif.
Namun, demi mendapatkan tampilan tersebut dengan biaya yang lebih murah, tidak sedikit pemilik kendaraan memilih cara instan dengan memotong per bawaan pabrik.
Metode ini kerap dianggap lebih praktis dibanding membeli lowering kit atau coilover yang harganya jauh lebih mahal.
Meski begitu, di balik tampilan mobil yang terlihat lebih rendah dan menarik, terdapat berbagai risiko teknis yang dapat memengaruhi kestabilan kendaraan hingga membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang.
Baca juga: Pahami Kelebihan dan Kekurangan Modifikasi Mobil Ceper, Wajib Simak!
Memotong per pada mobil pada dasarnya berarti mengubah spesifikasi teknis yang sebelumnya sudah dirancang secara presisi oleh pihak pabrikan.
Saat jumlah ulir per dikurangi, distribusi beban yang semula tersebar merata menjadi hanya ditopang oleh bagian per yang tersisa sehingga tekanannya tidak lagi seimbang.
Akibatnya, shock absorber atau peredam kejut harus bekerja lebih keras karena sebagian hentakan jalan tidak dapat lagi diredam secara optimal oleh per seperti semestinya.
Selain itu, shock absorber juga akan lebih cepat mengalami kebocoran atau mati karena kerap mengalami bottoming atau benturan mentok.
Kemudian, komponen kaki-kaki lainnya seperti ball joint, tie rod, dan bushing akan menerima getaran ekstrem secara terus-menerus.
Jika dibiarkan, kerusakan merambat ini tidak hanya membuat biaya perbaikan membengkak, namun juga berisiko menyebabkan komponen patah saat mobil sedang dipacu dalam kecepatan tinggi.
Mobil yang dibuat lebih rendah dengan cara memotong per umumnya mengalami penurunan kestabilan pada sistem suspensi.
Tingkat kekakuan per yang sudah berubah membuat kemampuan suspensi untuk mengembalikan posisi kendaraan setelah menerima guncangan menjadi tidak optimal.
Akibatnya, mobil bisa terasa limbung atau kurang stabil ketika melintasi jalan bergelombang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Di Media Sosial