INDOZONE.ID - Buat kamu yang baru mau beli mobil atau sekadar penasaran dengan fitur-fitur modern, mungkin sering dengar istilah spion elektrik dan spion retract.
Sekilas kedengarannya mirip, bahkan banyak orang yang mengira keduanya sama saja. Padahal, kedua jenis spion ini punya fungsi dan sistem kerja yang berbeda cukup signifikan.
Di era mobil modern saat ini, fitur pada spion bukan cuma soal gaya atau kemewahan. Fitur seperti spion elektrik dan retractable mirror punya peran penting dalam menunjang kenyamanan dan keamanan berkendara.
Supaya kamu nggak salah paham, berikut penjelasan lengkap tentang 5 perbedaan utama antara spion elektrik dan spion retract.
Perbedaan Spion Elektrik dan Spion Mobil Retract yang Harus Kamu Tahu
1. Fungsi Utama
Spion elektrik adalah spion yang bisa diatur sudutnya menggunakan tombol elektrik dari dalam kabin mobil, tanpa harus menarik atau mendorong kaca spion secara manual.
Jadi, kamu cukup tekan tombol di panel pintu untuk menyesuaikan pandangan kanan dan kiri sesuai posisi duduk.
Sementara itu, spion retract adalah spion yang bisa dilipat secara otomatis menggunakan sistem motor listrik, baik lewat tombol di dalam mobil maupun otomatis saat mobil dikunci.
Fungsinya lebih ke melindungi spion dari benturan atau tabrakan kecil, terutama saat parkir di area sempit.
2. Cara Kerja dan Mekanisme
Spion elektrik bekerja dengan motor kecil yang menggerakkan kaca spion ke empat arah: atas, bawah, kiri, dan kanan. Tombol pengatur biasanya terletak di pintu pengemudi, dan kamu bisa menyesuaikan posisi kaca dengan presisi.
Baca juga: Biar Gak Panik, Ini 5 Keuntungan Pakai Spion Mobil Electric yang Bisa Membantumu di Jalanan Sempit!
Sedangkan spion retract menggunakan motor penggerak tambahan yang terpasang di dalam rumah spion (mirror housing). Ketika tombol retract ditekan atau saat mobil dikunci, motor akan melipat atau membuka spion secara otomatis.
Beberapa mobil bahkan sudah punya fitur auto-fold, di mana spion otomatis menutup saat pintu dikunci dan terbuka saat mobil dinyalakan.
3. Tujuan Penggunaan
Spion elektrik lebih ditujukan untuk kenyamanan dan keamanan berkendara, karena kamu bisa menyesuaikan pandangan spion tanpa keluar dari mobil atau menyentuh bagian luar kendaraan.
Baca juga: 5 Tips Mengatur Kaca Spion Mobil yang Benar dan Aman
Sementara spion retract berfokus pada perlindungan fisik spion. Saat parkir di tempat ramai atau di pinggir jalan, spion yang bisa dilipat otomatis akan lebih aman dari risiko tersenggol kendaraan lain. Jadi, spion retract ini lebih ke arah fitur pelindung tambahan.
4. Harga dan Ketersediaan
Dari sisi harga, spion elektrik biasanya sudah jadi fitur standar di banyak mobil modern, bahkan di segmen low MPV atau city car sekalipun. Biaya perbaikannya juga relatif lebih murah karena sistemnya sederhana.
Baca juga: 6 Aksesoris Mobil Paling Berguna yang Wajib Dimiliki: Dijamin Bikin Perjalanan Aman dan Nyaman!
Sedangkan spion retract sering kali hanya tersedia di varian menengah ke atas atau tipe premium. Alasannya karena sistem lipat otomatis memerlukan motor tambahan dan modul kontrol.
Jika terjadi kerusakan pada sistem retract, biaya perbaikannya bisa lebih mahal dibandingkan spion elektrik biasa.
5. Kombinasi Keduanya di Mobil Modern
Menariknya, banyak mobil saat ini sudah menggabungkan dua fitur ini sekaligus. Jadi, spionnya elektrik sekaligus retract. Artinya, kamu bisa mengatur kaca spion secara elektrik dari dalam kabin, dan juga bisa melipatnya secara otomatis saat parkir.
Baca juga: Pertama Kali Modif Mobil Sebaiknya Mulai dari Mana? Simak Penjelasannya Menurut Ahli!
Contohnya seperti pada Toyota Avanza, Honda HR-V, atau Hyundai Creta, semuanya sudah dibekali spion elektrik retract di varian menengah dan atas. Jadi, kamu bisa dapat dua manfaat sekaligus: nyaman saat berkendara dan aman saat parkir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000