Kenapa Pedal Rem Mobil Terasa Dalam Saat Diinjak? Ini 5 Hal yang Harus Segera Kamu Perbaiki!
INDOZONE.ID - Sebagai seorang pengendara, tentu ada perasaan was-was ketika kamu merasa pedal rem mobil tidak sepadat biasanya. Apalagi jika pedal rem terasa amblas atau terlalu dalam saat diinjak, ini adalah sinyal bahaya yang dikirimkan oleh sistem mekanis kendaraanmu.
Rem bukan sekadar komponen pelengkap, melainkan garda terdepan keselamatan kamu dan keluarga di jalan raya. Kondisi pedal rem yang "ngempos" atau amblas hingga menyentuh lantai kabin, bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi bisa berujung pada kegagalan pengereman total.
Jangan tunggu sampai rem blong terjadi, pahami beberapa penyebab utama yang harus segera kamu periksa dan perbaiki berikut ini.
Penyebab Pedal Rem Mobil Terasa Dalam Saat Diinjak
1. Keberadaan Udara di Dalam Sistem Pengereman
Penyebab paling umum yang sering dialami oleh pemilik mobil adalah adanya udara yang terjebak di dalam saluran minyak rem, atau yang sering disebut dengan istilah vaping atau masuk angin.
Sistem pengereman mobil bekerja berdasarkan hukum hidrolik yang menggunakan cairan (minyak rem) untuk meneruskan tekanan.
Sifat cairan tidak bisa dimampatkan, namun udara sangat mudah dimampatkan. Jika ada gelembung udara di dalam pipa rem, tekanan dari kakimu akan habis hanya untuk memampatkan udara tersebut, bukan untuk menekan kampas rem.
Akibatnya, pedal terasa dalam dan daya pengereman berkurang drastis. Solusi untuk masalah ini adalah melakukan proses bleeding atau membuang udara di bengkel kepercayaanmu.
2. Kerusakan pada Seal Master Rem Pusat
Jika kamu merasa pedal rem perlahan-lahan amblas ke bawah saat ditahan di lampu merah, besar kemungkinan komponen Master Rem sedang bermasalah.
Di dalam master rem terdapat seal karet yang berfungsi menjaga tekanan hidrolik tetap stabil. Seiring bertambahnya usia pakai atau karena kualitas minyak rem yang buruk, seal ini bisa aus atau robek.
Baca juga: Mengenal 5 Keuntungan Rem Mobil ABS yang Sekarang Sudah Jadi Standar Keselamatan Roda Empat!
Ketika seal bocor secara internal, minyak rem akan "bypass" atau kembali ke tabung cadangan alih-alih terdorong kuat ke arah roda.
Hal ini sangat berbahaya karena kamu tidak akan merasakan adanya kebocoran cairan di luar mobil, namun tekanan di dalam sistem hilang.
Jika ini terjadi, mengganti unit master rem atau melakukan overhaul adalah langkah yang tidak bisa ditunda.
3. Penurunan Kualitas atau Volume Minyak Rem
Pernahkah kamu mengecek kapan terakhir kali minyak rem mobilmu diganti? Minyak rem bersifat higroskopis, yang artinya ia sangat mudah menyerap uap air dari udara sekitar.
Seiring berjalannya waktu, kandungan air yang tinggi akan menurunkan titik didih minyak rem, dan menyebabkan korosi pada komponen internal sistem pengereman.
Baca juga: Selain Bau Hangus, Ini 5 Ciri-ciri Kampas Rem Mobil Gosong yang Harus Kamu Pahami dan Deteksi!
Selain kualitas, volume minyak rem yang berkurang di bawah batas minimal juga bisa menjadi penyebab pedal rem terasa dalam.
Berkurangnya cairan ini biasanya menjadi indikasi bahwa kampas rem sudah sangat tipis atau ada kebocoran pada pipa-pipa penghubung.
Pastikan kamu selalu menggunakan minyak rem dengan spesifikasi DOT yang sesuai dengan anjuran pabrikan mobilmu.
4. Kampas Rem yang Sudah Terlalu Tipis
Meskipun secara teknis sistem hidrolik akan mengompensasi ketebalan kampas, namun kampas rem yang sudah sangat aus akan membuat piston rem harus menonjol lebih jauh untuk menjepit piringan cakram.
Jarak tempuh piston yang lebih jauh ini terkadang diterjemahkan sebagai injakan pedal yang terasa lebih dalam dari biasanya.
Baca juga: Kapan Waktu Ideal Ganti Kampas Rem Mobil? Ini Pertanda yang Harus Kamu Tahu dan Rasakan!
Selain itu, kampas rem yang tipis juga menghasilkan panas berlebih saat digunakan secara intens. Panas ini bisa merambat ke minyak rem dan memicu timbulnya gelembung udara (vapor lock).
Jika kamu sudah mendengar suara gesekan logam saat mengerem, itu adalah tanda terakhir bahwa kampas rem harus segera diganti sebelum merusak piringan cakram yang harganya jauh lebih mahal.
5. Masalah pada Booster Rem Mobil
Booster rem berfungsi untuk melipatgandakan tenaga injakan kaki kamu agar pengereman terasa ringan. Jika komponen ini mengalami kebocoran vakum atau kerusakan pada diafragma internalnya, kamu akan merasakan keanehan pada pedal.
Baca juga: Rem Tiba-Tiba Tidak Berfungsi? Ini Cara Aman Menghentikan Mobil dengan Aman
Terkadang pedal terasa keras, namun di saat lain bisa terasa tidak konsisten atau bahkan amblas. Kamu bisa mengeceknya dengan cara mengocok pedal rem saat mesin mati, lalu tahan pedal tersebut sambil menyalakan mesin.
Jika pedal tidak sedikit turun (tanda vakum mulai bekerja), berarti ada masalah pada sistem booster. Perbaikan pada sektor ini sangat krusial agar kamu tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra besar hanya untuk menghentikan laju kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitsubishi Motors