Jumat, 16 JANUARI 2026 • 15:01 WIB

Touring Jauh dan Lama? Ini Perawatan Motor yang Wajib Dicek

Author

Ilustrasi touring menggunakan motor matic. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Touring jarak jauh gak meuelu soal cerita menyenangkan. Di balik itu, motor bekerja ekstra.

Mesin menyala lebih lama, rem dipakai lebih intens, dan ban menahan beban plus kondisi jalan yang beragam.

Oleh karena itu, pengecekan motor setelah touring jauh bukan pilihan, tapi kebutuhan.

Saat motor touring menempuh ratusan kilometer, hampir semua komponen utama ikut “lembur”.

Mesin bekerja dalam durasi panjang dengan beban konstan.

Ban dan kaki-kaki menghadapi tekanan ekstra, sementara sistem pengereman dipaksa kerja lebih keras, terutama di lalu lintas padat atau jalur menurun.

Tanpa perawatan pasca touring, performa bisa menurun. Risiko keselamatan pun ikut meningkat.

Yamaha Indonesia Motor Mfg., menekankan bahwa perawatan setelah perjalanan jauh adalah bagian dari menjaga keselamatan berkendara.

“Kami ingin memastikan setiap sepeda motor tetap berada dalam kondisi optimal, aman, dan nyaman untuk kembali digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, Community & YRA, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, kepada Indozone dikutip Jumat (16/1/2026).

Baca juga: 7 Tips Sebelum Touring dengan Motor: Dari Pilih Kendaraan hingga Pemilihan Bengkel Service yang Modern

Pengecekan Wajib Setelah Motor Touring Jauh

Sebelum motor kembali dipakai harian, ada beberapa komponen yang sebaiknya langsung dicek. Ada kok yang bisa kamu laukan sendiri di rumah.

Oli Mesin

Cek volume dan kondisi oli. Touring jauh membuat oli bekerja lebih keras dari biasanya.

Untuk pengguna motor Yamaha, kondisi motor bisa dipantau lewat Y-Connect, termasuk pengingat perawatan berkala.

Rantai dan Gir

Pastikan rantai bersih, tidak kering, dan setelannya sesuai standar.

Rantai yang kendor atau kering bisa bikin tarikan terasa berat dan tidak nyaman.

Baca juga: Ini 5 Tips Touring Naik Yamaha NMAX Turbo Terbaru Supaya Perjalanan Tetap Nyaman dan Aman!

Sistem Rem

Rem termasuk komponen paling vital setelah motor touring.

Cek ketebalan kampas dan respons tuas. Kalau terasa kurang pakem, jangan ditunda untuk servis lanjutan.

Ban Motor

Periksa tekanan angin dan kondisi tapak ban.

Ban yang mulai aus atau tekanan tidak ideal bisa memengaruhi stabilitas, apalagi saat kecepatan tinggi.

Filter Udara

Debu dari perjalanan jauh sering menumpuk di filter udara.

Jika dibiarkan, performa mesin bisa menurun dan konsumsi bahan bakar jadi kurang efisien.

Cukup Cek Sendiri atau Harus ke Bengkel?

Pengecekan ringan memang bisa dilakukan sendiri. Tapi ada tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan.

Jika tarikan terasa berat, muncul suara aneh, atau rem terasa berbeda dari biasanya, sebaiknya langsung ke Bengkel Resmi Yamaha.

Melalui aplikasi My Yamaha Motor Members (MYMM), pengguna bisa memantau riwayat servis, mendapat pengingat perawatan, dan info program purna jual secara terintegrasi.

Untuk kondisi darurat, Yamaha menyediakan YES 24 Hours (Yamaha Emergency Service 24 Jam).

Layanan ini siap membantu pengendara motor touring, terutama saat liburan dan arus balik, ketika risiko masalah teknis di jalan meningkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YIMM

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU