INDOZONE.ID - Busi motor bermasalah sering dianggap sepele, padahal komponen kecil ini punya peran vital dalam sistem pengapian.
Tanpa busi yang sehat, mesin tidak akan menyala dengan sempurna.
Bahkan dalam kondisi tertentu, motor bisa susah hidup atau performanya drop tanpa sebab yang jelas.
Busi berfungsi mengubah tegangan listrik dari koil pengapian menjadi percikan api.
Percikan inilah yang membakar campuran udara dan bensin di ruang bakar.
Tapi kalau percikannya melemah atau tidak stabil, pembakaran jadi tidak sempurna.
Dampaknya terasa langsung ke tenaga dan konsumsi bahan bakar.
Berikut beberapa tanda yang bisa kamu rasakan sebelum kondisi makin parah melansir laman Astra Honda Motor.
Baca juga: Jangan Sampai Tertukar! Kenali Perbedaan Fungsi Oli Transmisi dan Oli Gardan
Baca juga: Bagaimana Cara Memperbaiki Rem Motor Kurang Pake? Simak Langkah-Langkahnya
1. Mesin Sulit Dihidupkan
Ini gejala paling umum.
Motor susah starter, baik pakai elektrik maupun kick starter. Biasanya karena percikan api tidak cukup kuat untuk memicu pembakaran.
Kalau sudah seperti ini, busi kemungkinan besar perlu diganti.
2. Performa Mesin Menurun
Tenaga terasa berkurang. Akselerasi jadi lambat. Saat menanjak, motor terasa berat.
Kondisi ini bisa terjadi karena jarak antara elektroda dan ground pada busi berubah akibat keausan.
Celah yang tidak ideal membuat pembakaran tidak maksimal.
Efeknya mungkin tidak langsung terasa ekstrem, tapi lama-lama bikin pengalaman berkendara jadi tidak nyaman.
3. Konsumsi Bahan Bakar Boros
Kalau bensin terasa lebih cepat habis tanpa perubahan gaya berkendara, ini patut dicurigai.
Busi yang aus bisa menyebabkan misfire atau pembakaran tidak sempurna. Akibatnya, sebagian bahan bakar terbuang sia-sia.
Selain boros, kondisi ini juga bisa memicu endapan kotoran di ujung elektroda dan insulator busi.
4. Suara Mesin Tidak Normal
Perhatikan suara mesin saat motor dinyalakan.
Jika terdengar kasar, tidak halus, atau muncul getaran tidak biasa, terutama pada motor multi-silinder—bisa jadi salah satu busi bermasalah.
Kondisi ini sering disebut mesin pincang. Artinya, salah satu silinder tidak bekerja optimal.
Kalau dibiarkan, risikonya bisa merembet ke komponen lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AHM