INDOZONE.ID - Pemerintah Indonesia berencana mengkonversi 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik secara bertahap.
Program ini diumumkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, awal Maret 2026 lali
Angka 120 juta itu banyak lho. . Hampir separuh populasi Indonesia, dan semuanya masih pakai bensin.
Bahlil menyebut program konversi sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Motor Listrik VinFast Masuk Indonesia, 4 Model Siap Meluncur
Setiap tahun sekitar 200 ribu motor sudah beralih ke tenaga listrik. Tapi pemerintah ingin laju itu dipercepat, seiring biaya konversi yang terus turun.
"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah," kata Bahlil dikutip dari laman Setpres, Minggu (22/3/2026).
Sebagai perbandingan, biaya konversi Rp5-6 juta memang lebih terjangkau dibanding dua tahun lalu yang bisa tembus Rp 7-8 juta.
Penurunan harga ini salah satunya didorong oleh meningkatnya produksi komponen baterai lokal.
Subsidi dan Skema
Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai skema dukungan untuk meringankan beban masyarakat yang ingin konversi.
"Pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," ujar Bahlil.
Belum ada rincian resmi soal besaran subsidi atau mekanisme pengajuannya. Tapi sinyal bahwa program ini bukan wacana, melainkan agenda kebijakan aktif.
Program ini bukan semata soal tren hijau. Ada kepentingan fiskal yang lebih konkret di baliknya.
Indonesia menghabiskan ratusan triliun rupiah setiap tahun untuk subsidi BBM. Semakin banyak motor beralih ke listrik, semakin besar potensi penghematan subsidi energi.
Selain itu, sektor transportasi adalah salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di kota-kota besar Indonesia.
Motor listrik juga punya keunggulan operasional yang relevan buat kantong anak muda: biaya per kilometer jauh lebih murah dibanding bensin, dan perawatannya lebih simpel karena komponen bergeraknya lebih sedikit.
Dengan 120 juta motor sebagai target, ini adalah salah satu program konversi kendaraan terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara, tapi kalau benar-benar dieksekusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setpres