INDOZONE.ID - Peluncuran SUV listrik terbaru Xiaomi menjadi sorotan besar di industri otomotif Tiongkok. Dalam waktu kurang dari satu jam sejak penjualan dibuka, SUV listrik Xiaomi tembus 300 ribu pemesanan, tepatnya 289.000 unit, menurut pernyataan resmi dari perusahaan.
Ini merupakan pencapaian luar biasa untuk penjualan perdana mobil listrik Xiaomi, yang baru saja merambah industri kendaraan beberapa waktu lalu.
Lei Jun, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, mengaku tak menyangka respons pasar akan secepat dan sebesar ini.
Baca juga: Harga Mobil Listrik SUV Chery E5 Terbaru 2025 yang Baru Rilis: Gak Sampai Rp400 Juta!
“Baru dua menit, sudah ada 196.000 pemesanan berbayar dan 128.000 pemesanan yang dikunci. Ini luar biasa,” katanya dalam sebuah video setelah peluncuran model terbaru, YU7, pada Kamis malam (26/6/2025).
Setelah sukses dengan model pertamanya, SU7, Xiaomi rilis SUV listrik YU7 yang langsung mencuri perhatian. Mobil ini berkapasitas lima penumpang dan dijual mulai dari 253.500 yuan (sekitar Rp573 juta).
Harga ini sedikit lebih murah dibanding Tesla Model Y, namun dengan spesifikasi dan performa yang dinilai lebih unggul.
Baca juga: Harga Chery C5 Terbaru 2025 Resmi Diumumkan, Persaingan Mobil SUV Compact Makin Memanas
“YU7 menawarkan fitur lebih lengkap dengan harga di bawah Model Y, ini bisa menjadi game changer,” tulis analis dari Jefferies.
Bahkan beberapa analis menyebut bahwa mobil listrik Xiaomi sukses besar karena mampu menggabungkan teknologi tinggi dan harga terjangkau, sesuatu yang belum sepenuhnya bisa dicapai oleh pesaing luar negeri seperti Tesla.
Peluncuran YU7 diprediksi akan semakin menggerus dominasi Tesla di pasar lokal. Analis dari Citi menyebutkan bahwa Tesla mungkin harus menyesuaikan strategi, termasuk menurunkan harga dan memberikan fitur unggulan seperti software “Full Self-Driving” secara cuma-cuma jika ingin tetap bersaing dengan Xiaomi.
Sebagai catatan, pemesanan Xiaomi SU7, model pertama dari lini kendaraan listrik mereka, juga mencatat angka penjualan yang cukup tinggi sejak diluncurkan tahun lalu.
Bahkan sejak Desember, SU7 berhasil mengungguli penjualan Tesla Model 3 secara bulanan di Tiongkok.
Namun, Xiaomi tidak lepas dari tantangan. Meskipun mendapat sambutan luar biasa, reputasi perusahaan sempat diuji akibat insiden maut yang melibatkan SU7 pada Maret lalu. Mobil tersebut diketahui dalam mode bantuan mengemudi saat mengalami kecelakaan yang menewaskan tiga mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post