VinFast V7 tersedia dua varian. Eco dan Plus. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - VinFast punya "jalan ninja" untuk menghadapi tren perang harga mobil listrik. Bukan banting harga, pabrikan asal Vietnam ini fokus memberi manfaat jangka panjang lewat skema berlangganan baterai.
Ketika banyak produsen mobil listrik memotong harga untuk menarik pembeli, VinFast justru menempuh strategi berbeda. Mereka memisahkan harga baterai, yakni komponen paling mahal, dari harga mobil. Dengan begitu, harga awal jadi lebih rendah, sementara baterai dibayar lewat biaya langganan bulanan.
“Dengan model berlangganan baterai, konsumen bisa menikmati harga awal yang terjangkau dan cicilan ringan,” kata VinFast Indonesia dalam pernyataan resminya yang diterima Indozone, Jumat (15/8/2025).
Pendekatan ini juga menghapus kekhawatiran soal depresiasi mobil listrik.
Mulai 1 Agustus 2025, VinFast memberi dua opsi pembelian. Mobil plus baterai, atau mobil tanpa baterai dengan langganan seumur hidup dan jarak tempuh tanpa batas.
Baca juga: VinFast Umumkan Skema Langganan Baterai, Harga Mobil Listrik Mulai Rp156 Juta
Agar mudah, ini contohnya yang sudah dilengkapi dengan harga:
VF 3 (Mini SUV) – Rp156 juta, hemat Rp74,13 juta, langganan Rp253 ribu/bulan.
VF 5 Eco – Rp232 juta, hemat Rp91,17 juta, langganan Rp468 ribu/bulan.
VF e34 – Rp299 juta, hemat Rp112,86 juta, langganan Rp593 ribu/bulan.
VF 6 (Eco/Plus) – Rp335 juta & Rp394 juta, hemat Rp49,99 juta & Rp45,6 juta, langganan Rp650 ribu/bulan.
VF 7 (Eco/Plus AWD) – Rp449 juta & Rp539 juta, hemat Rp50 juta & Rp60 juta, langganan Rp905 ribu & Rp1,031 juta/bulan.
Baca juga: Pabrik BYD dan VinFast di Subang, Mentan Ingatkan Aturan Alih Fungsi Lahan
VinFast menutup celah kekhawatiran konsumen soal baterai. Mereka menjanjikan penggantian gratis jika kapasitas turun di bawah 70%, tanpa batas waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: VinFast Indonesia