BYD Atto 1 dijual dengan harga termurah Rp195 juta. (Dok. BYD Indonesia)
INDOZONE.ID - Dengan budget di kisaran Rp200 jutaan, sekarang kamu punya dua opsi menarik yaitu mobil LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil listrik entry-level. Keduanya jadi pilihan yang menarik saat ini, terlebih pilihannya pun beragam.
Dulu, pilihan mobil di harga ini mungkin terbatas untuk model konvensional saja, tapi kini mobil listrik mulai meramaikan pasar dengan harga yang lebih terjangkau, seperti Wuling Air EV atau BYD Atto 1 yang bisa didapat mulai Rp180 jutaan.
Tapi, mana yang lebih cocok buat kamu? Supaya nggak salah pilih, yuk simak 5 pertimbangan penting berikut ini sebelum memutuskan.
Ilustrasi servis mobil. (Freepik)
Mobil LCGC dikenal ekonomis dalam konsumsi bahan bakar, dengan rata-rata 1 liter bisa menempuh 18–22 km. Biaya perawatannya juga murah, karena suku cadangnya mudah didapat dan harganya terjangkau.
Di sisi lain, mobil listrik menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah. Mengisi baterai mobil listrik hanya memerlukan biaya belasan ribu rupiah, untuk jarak yang sama dengan mobil bensin yang menghabiskan puluhan ribu.
Namun, biaya penggantian baterai di masa depan masih menjadi pertimbangan yang harus kamu pikirkan.
BYD Atto 1 dibekali dengan tiga mode berkendara yang bisa disesuaikan. (Doc: BYD Indonesia)
Untuk soal kenyamanan, mobil listrik biasanya lebih unggul. Kabin lebih senyap, respons akselerasi cepat, dan dilengkapi fitur modern seperti panel digital, konektivitas pintar, hingga sistem pengereman regeneratif.
Sedangkan mobil LCGC memang lebih sederhana. Fitur yang ditawarkan biasanya hanya standar, seperti AC, sistem audio, dan kadang sudah ada head unit layar sentuh untuk tipe tertinggi.
Jika kamu tidak terlalu mementingkan fitur modern, LCGC masih sangat layak dipilih.
Ini salah satu faktor penting. Mobil LCGC jelas unggul soal jarak tempuh, karena bisa diisi bahan bakar kapan pun di SPBU mana saja, cocok untuk kamu yang sering bepergian jarak jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, BYD Indonesia