INDOZONE.ID - Mobil berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) makin banyak bermunculan di Indonesia.
Teknologi ini menawarkan efisiensi lebih baik dibanding mobil bensin biasa, tapi tetap fleksibel karena masih memakai mesin konvensional.
Buat kamu yang sedang mempertimbangkan beli PHEV sebagai mobil harian, ada beberapa hal penting yang wajib dipahami supaya nggak salah pilih.
Berikut, lima pertimbangan yang perlu kamu pikirkan matang-matang sebelum memutuskan membawa pulang mobil PHEV. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!
Ilustrasi aki mobil hybrid. (Freepik.)
Sebelum jatuh cinta sama desain atau fiturnya, kamu wajib paham dulu cara kerja PHEV. Mobil ini bisa berjalan dengan motor listrik, mesin bensin, atau keduanya.
Bedanya dengan hybrid biasa, PHEV punya kapasitas baterai jauh lebih besar dan harus di-charge secara rutin untuk mendapatkan efisiensi maksimal.
Kalau kamu tipe pengguna yang sering malas ngecas, keuntungan PHEV jadi kurang terasa, dan konsumsi BBM bisa kembali seperti mobil mesin bensin.
PLN punya SPKLUN terbaru bisa cas 10 mobil sekaligus. (Dok. PLN)
Keuntungan terbesar mobil PHEV baru terasa kalau kamu bisa ngecas mobil setiap hari. Artinya, kamu harus punya tempat parkir yang memungkinkan pemasangan home charging.
Baca juga: 5 Kelebihan Wuling Darion PHEV: Bisa Jalan 1000Km Kombinasi Bensin dan Tenaga Listrik, Tertarik Gak?
Kalau rumah kamu tidak punya carport pribadi, atau parkirnya berbagi dengan penghuni lain seperti apartemen yang belum mendukung charging station, kamu bakal sering mengandalkan mesin bensin.
Akhirnya fitur listriknya cuma jadi pelengkap, bukan keunggulan utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wuling Motors Indonesia