Ilustrasi mobil bekas. (Pexels/Pixabay)
INDOZONE.ID - Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menyatakan bahwa penjualan kendaraan listrik bekas di Indonesia masih belum menunjukkan pertumbuhan signifikan, berbeda dengan pasar mobil listrik baru yang terus mencatat tren positif.
“Jumlah iklan kendaraan listrik (EV) di platform kami masih sangat kecil. Terakhir kami cek, hanya sekitar 1 persen dari total listing di OLXmobbi. Artinya, penjual di segmen ini masih sangat terbatas,” ujar Agung kepada awak media di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, minimnya pasokan mobil listrik bekas disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu yang paling berpengaruh adalah penurunan harga atau depresiasi yang cukup tajam dalam waktu relatif singkat. Banyak pemilik kendaraan listrik memilih menahan unitnya karena merasa nilai jualnya turun drastis.
“Mobil listrik ini kan baru populer dalam dua tahun terakhir. Jadi, yang benar-benar menjual biasanya karena kebutuhan mendesak. Kalau tidak, mereka cenderung mempertahankan karena penurunan harganya cukup besar,” jelasnya.
Baca juga: Mengapa Mobil Bensin Bekas Lebih Diminati Dibanding Mobil Listrik?
Agung menambahkan, tingkat depresiasi mobil listrik bisa mencapai hingga 50 persen dari harga awal, tergantung model dan tahun produksi. Beberapa model populer seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV bahkan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan di pasar sekunder. Untuk unit Ioniq 5 keluaran 2022, misalnya, kini ditawarkan di kisaran Rp250 juta hingga Rp350 juta.
Selain faktor harga, tantangan lain datang dari sisi pembiayaan. Hingga saat ini, sebagian perusahaan leasing masih bersikap hati-hati dalam memberikan kredit untuk pembelian kendaraan listrik bekas. Hal ini membuat akses pembiayaan menjadi lebih terbatas dibandingkan mobil konvensional.
Baca juga: Kenapa Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok di Pasaran? Ternyata Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pahami!
Di sisi lain, iklan kendaraan listrik bekas di OLXmobbi masih didominasi oleh model-model yang populasinya cukup besar di Indonesia, seperti Wuling Air EV dan Hyundai Ioniq. Tingginya jumlah unit di jalan turut memengaruhi ketersediaan di pasar mobil bekas.
Ke depan, Agung menilai pasar mobil listrik bekas berpotensi tumbuh seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik baru, dukungan infrastruktur, serta kepercayaan lembaga pembiayaan. Namun, untuk saat ini, pasar tersebut masih berada pada tahap awal perkembangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA