Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 20 MEI 2026 • 10:17 WIB

Pasar Berubah, Mobil Listrik Bekas Kini Jadi Incaran Konsumen

Pasar Berubah, Mobil Listrik Bekas Kini Jadi Incaran KonsumenAION dan Hyptec, dua mobil listrik GAC yang ramaikan Industri otomotif Indonesia. (Dok. GAC AION Indonesia)

INDOZONE.ID - Meningkatnya harga bahan bakar mulai mengubah pola belanja konsumen di pasar mobil bekas. Jika sebelumnya kendaraan bermesin diesel dn mobil konvesional masih mendominasi minat pembeli, kini perhatian mengarah ke mobil listrik bekas yang dianggap lebih hemat untuk penggunaan harian.

Fenomena ini diakui oleh sejumlah pelaku usaha mobil bekas. Penjual kendaraan bekas daring, Fariz Czaesariyan, menyebut tren kendaraan listrik bekas saat ini mengalami lonjakan permintaan yang cukup signifikan.

“Untuk sekarang jelas segmen EV bekas yang lagi digandrungi banyak calon pembeli. Karena harga BBM yang juga cenderung naik. Lalu tren EV bekas yang ‘terkenal’ nilai depresiasinya lumayan tinggi menjadi daya tarik lebih bagi para calon pembeli,” ujar Fariz seperti yang dikutip dari ANTARA.

Menurut Fariz, mobil listrik bekas dengan harga antara Rp120 juta hingga Rp180 juta kini menjadi incaran banyak konsumen, khususnya mereka yang mencari kendaraan kedua untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Baca juga: Bidik Anak Muda Perkotaan, Chery Q Tawarkan Mobil Listrik Ringkas dan Futuristis

Efisiensi biaya operasional menjadi alasan utama. Di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, terutama jenis diesel, masyarakat mulai mempertimbangkan alternatif kendaraan yang lebih ekonomis untuk jangka panjang.

Di sisi lain, pasar mobil bekas berbahan bakar konvensional justru menunjukkan perlambatan. Segmen kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), terutama di kisaran harga Rp200 juta sampai Rp300 juta, disebut mengalami penurunan minat yang cukup terasa.

“Untuk sekarang, di segmen mobil (ICE) bekas di rentang harga Rp200 juta sampai Rp300 jutaan sangat terasa sepi ya,” kata dia.

Kondisi serupa juga dirasakan Pemilik Khayangan Garage, Juan Darmawan. Ia mengungkapkan bahwa penjualan mobil bekas di showroom miliknya turun cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.

“Sebulan itu biasanya mobil bisa keluar sebanyak 5 sampai dengan 8 unit. Sekarang-sekarang ini, paling banyak 4 unit, itu juga udah susah banget,” ujar Juan.

Baca juga: Apakah Mobil Listrik Memiliki Battery Health Seperti Smartphone dan Bagaimana Cara Ceknya? Simak Selengkapnya

Menurut Juan, kendaraan diesel menjadi segmen yang paling terdampak akibat kenaikan harga BBM.

“Yang jelas mobkas diesel lagi jatuh penjualannya karena imbas BBM naik".

Meski begitu, ia menilai kondisi tersebut masih tergolong siklus pasar yang wajar dan pernah terjadi sebelumnya. Selain faktor kenaikan biaya bahan bakar, masyarakat saat ini juga disebut lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding membeli kendaraan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pasar Berubah, Mobil Listrik Bekas Kini Jadi Incaran Konsumen

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!