Peluncuran Daihatsu Rocky Hybrid di GIIAS 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Daftar mobil dan motor di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sudah terungkap jelang pameran otomotif terbesar Indonesia yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada 29 Juli sampai 9 Agustus 2026.
Lebih dari 60 merek global dipastikan hadir, mulai dari mobil listrik China, brand Jepang, sampai motor premium Eropa.
Segmen mobil penumpang masih didominasi nama-nama besar Jepang. Toyota, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan, Mazda, Subaru, dan Lexus dipastikan ikut meramaikan pameran.
Brand Korea juga tetap agresif lewat Hyundai dan Kia. Sementara Eropa membawa nama seperti BMW, MINI, Mercedes-Benz, Volvo, dan Audi.
Begitu pun dengan merek China. Dalam dua tahun terakhir, brand China memang makin ramai di jalanan Indonesia. Sekarang hampir semua pemain besar ikut masuk GIIAS.
Daftar brand China di GIIAS 2026:
Fenomena ini menunjukkan pasar otomotif Indonesia lagi berubah cepat. Dulu mobil China dianggap alternatif murah. Sekarang mereka mulai jual teknologi, software, sampai fitur semi-autonomous.
Baca juga: GIIAS 2026 Siap Digelar, 60 Merek Bakal Mejeng Teknologi Terbaru
Kalau melihat tren tahun lalu, area mobil listrik kemungkinan bakal jadi spot paling ramai di GIIAS 2026.
Beberapa merek diprediksi membawa model EV terbaru dan plug-in hybrid. BYD, Hyundai, Chery, sampai Xpeng punya peluang besar meluncurkan produk baru di Indonesia.
Data GAIKINDO juga menunjukkan pasar otomotif nasional sedang tumbuh. Penjualan wholesales April 2026 mencapai 80.776 unit atau naik 55 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara total penjualan Januari-April 2026 sudah menyentuh 289.787 unit.
Sektor roda dua juga bakal padat. Nama-nama besar dipastikan hadir membawa lini terbaru mereka.
Motor listrik kemungkinan jadi salah satu area paling ramai. Persaingan skutik EV sekarang makin panas setelah makin banyak pemain baru masuk pasar Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan