BYD Atto 3 generasi terbaru, laris manis di China. (Carnewschina.com)
INDOZONE.ID - BYD kembali mencuri perhatian pasar otomotif China lewat peluncuran Atto 3 generasi terbaru. SUV listrik yang di negara asalnya dijual dengan nama Yuan Plus itu langsung mendapat sambutan positif dari konsumen.
Menurut Lu Tian selaku General Manager BYD Dynasty Sales Network, Atto 3 terbaru berhasil mengantongi lebih dari 30 ribu pesanan hanya dalam waktu satu minggu sejak resmi diluncurkan pada 21 Mei 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Atto 3 masih menjadi salah satu model andalan BYD, meski penjualannya sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.
Di China, mobil ini dipasarkan mulai 119.800 yuan atau sekitar Rp270 jutaan. Sementara untuk pasar ekspor, model tersebut tetap menggunakan nama Atto 3. Menariknya, BYD dikabarkan akan mengganti namanya menjadi Atto 5 untuk pasar Selandia Baru mulai 2027.
Baca juga: Segini Harga BYD Atto 3 Terbaru Mei 2026 beserta Keunggulannya, Cocok Nih Buat Anak Muda Stylish!
Salah satu pembaruan terbesar ada pada sektor baterai dan efisiensi daya.
Atto 3 generasi terbaru dibangun menggunakan platform e-Platform 3.0 Evo dan sudah memakai Blade Battery generasi kedua yang menjadi andalan BYD dalam beberapa tahun terakhir.
Konsumen bisa memilih dua opsi baterai lithium iron phosphate (LFP), yaitu 57,5 kWh dan 68,5 kWh.
Versi pertama diklaim mampu menempuh jarak hingga 540 kilometer berdasarkan standar CLTC China. Sedangkan varian baterai terbesar sanggup melaju hingga 630 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Jika dibandingkan model sebelumnya, BYD mengklaim peningkatan jarak tempuh mencapai sekitar 120 kilometer.
BYD juga membawa teknologi pengisian cepat terbaru yang mereka sebut sebagai flash charging.
Dalam kondisi ideal, baterai mobil diklaim bisa terisi dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit.
Meski terdengar impresif, teknologi tersebut tentu membutuhkan infrastruktur pengisian berdaya sangat tinggi yang saat ini masih terbatas, termasuk di Indonesia.
Namun ke depan, kemampuan seperti ini berpotensi menjadi salah satu faktor yang mempercepat adopsi kendaraan listrik karena waktu pengisian semakin mendekati mobil berbahan bakar konvensional saat mengisi bensin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina.com