Land Rover Defender Sport. (autoexpress.co.uk)
INDOZONE.ID - Jaguar Land Rover (JLR) akhirnya mengonfirmasi bahwa calon SUV terbaru mereka, yang diperkirakan akan menggunakan nama Land Rover Defender Sport, tidak hanya hadir dalam versi listrik murni (EV). Model yang selama ini dijuluki sebagai “baby Defender” tersebut juga akan tersedia dengan teknologi hybrid, mengikuti perubahan strategi elektrifikasi yang kini mulai diterapkan sejumlah pabrikan global.
Keputusan ini menjadi salah satu langkah penting JLR dalam merespons dinamika pasar otomotif dunia yang ternyata belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik. Permintaan terhadap mobil elektrifikasi memang terus tumbuh, tetapi banyak konsumen masih menginginkan fleksibilitas yang ditawarkan teknologi hybrid.
JLR mengungkapkan bahwa Defender Sport dan SUV menengah baru dari keluarga Range Rover akan menjadi model pertama yang menggunakan platform EMA (Electrified Modular Architecture) dengan pilihan tenaga hybrid penuh.
Sebelumnya, kedua model tersebut dirancang sebagai kendaraan listrik murni. Namun, perusahaan akhirnya memutuskan menghadirkan alternatif hybrid demi menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai negara.
Meski demikian, JLR belum mengungkap detail teknis mengenai sistem hybrid yang akan digunakan. Informasi seperti kapasitas mesin bensin, motor listrik, hingga performa gabungan masih dirahasiakan dan kemungkinan baru akan diumumkan menjelang peluncuran resmi.
Menurut JLR, langkah ini dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen sekaligus menyesuaikan kebutuhan pasar global yang berbeda-beda.
Baca juga: Defender Octa, SUV Terkuat Land Rover Meluncur di Indonesia
Keputusan menghadirkan versi hybrid juga tidak lepas dari kondisi pasar kendaraan listrik saat ini, terutama di Amerika Serikat yang menjadi salah satu pasar terbesar bagi JLR.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan penjualan mobil listrik di Negeri Paman Sam mulai melambat. Banyak konsumen masih mempertimbangkan faktor infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan, hingga jarak tempuh sebelum beralih sepenuhnya ke EV.
CEO JLR, P.B. Balaji, mengatakan bahwa Amerika Serikat menjadi fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami sedang mengeksplorasi segmen-segmen baru yang memiliki potensi tinggi untuk merek Defender agar dapat menghadirkan produk dan pengalaman yang lebih sesuai bagi pelanggan kami di Amerika Serikat,” ujarnya.
Ia bahkan menargetkan bisnis JLR di Amerika Serikat bisa tumbuh hingga setara dengan keseluruhan bisnis global JLR saat ini.
Defender Sport akan menjadi anggota baru keluarga Defender dengan ukuran lebih kompak dibanding Defender 90 maupun Defender 110 yang saat ini dipasarkan.
Meski lebih kecil, SUV ini tetap akan mempertahankan karakter khas Defender berupa desain kokoh, kemampuan off-road mumpuni, dan tampilan yang tangguh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Autoexpress.co.uk