Tampilan logo perusahaan Tesla di mobil buatannya (photo/Unsplash/Austin Ramsey)
Pabrik mobil Tesla yang terletak di Amerika Serikat memang sering menjadi tempat sabotase oleh banyak orang. Baru-baru ini seorang pria asal Rusia pun telah ditangkap karena berencana untuk mencoba masuk ke dalam pabrik Tesla dan mencuri rahasia perusahaan.
Berdasarkan informasi dari Zing, disebutkan bahwa saat ini pria tersebut sedang diadili di Nevada, AS dan pria tersebut telah mengakui ia menghabiskan Rp14 miliar demi menyogok salah satu karyawan di Tesla.
Uang sogokan tersebut pun disebut dikirim melalui mata uang digital (cryptocurrency) sehingga saat ini sulit untuk menemukan siapa karyawan di Tesla yang mendapatkan sogokan Rp14 miliar tersebut.
Pelaku sabotase yang bernama Kriuchkov tersebut diketahui sempat datang ke AS dengan menggunakan paspor turis. Namun karena rencana tersebut langsung diketahui oleh FBI, Kriuchkov ditangkap di bandara Los Angeles saat mencoba untuk melarikan diri.
Kriuchkov juga sempat mengaku bahwa pemerintah Rusia mengetahui rencana yang ia lakukan tersebut. Namun pihak FBI dan pengadilan masih belum berani mengambil kesimpulan dan melakukan investigasi lebih lanjut terkait tindakan kriminal ini.
Pengadilan saat ini mengetahui bahwa ternyata Kriuchkov merupakan salah satu anggota dari organisasi kriminal berteknologi tinggi dan ia berencana untuk menanamkan ransomware ke sistem milik Tesla untuk mendapatkan keuntungan ilegal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: