Tampilan logo produsen otomotif asal Swedia, Volvo (photo/Unsplash/Adam Cai)
Produsen mobil terkenal asal Swedia yaitu Volvo baru-baru ini melakukan recall terhadap 19.149 mobil besutannya di Amerika Serikat.
Recall tersebut dilakukan karena ada masalah di komponen seatbelt yang membuat Volvo terpaksa melakukan recall untuk menggantinya.
Disebutkan bahwa seatbelt yang diproduksi oleh supplier AutoLiv tersebut memiliki sistem Automatic Locking Retractor yang tidak diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan.
Alhasil, fitur pengunci yang biasa digunakan untuk menjaga penumpang agar tidak bisa dengan mudah melepas seatbelt menjadi tidak aktif. Hal tersebut pun mempertinggi risiko dampak saat mengalami kecelakaan khususnya untuk anak-anak.
Recall tersebut pun berlaku untuk sejumlah model mobil Volvo seperti Volvo XC40, Volvo XC60, Volvo S60, hingga Volvo XC90 2021 yang masih diproduksi sampai bulan Juni 2021 kemarin.
Saat ini pihak Volvo juga sudah menghubungi dealer resminya di Amerika Serikat pada tanggal 1 September kemarin agar para pemilik mobil Volvo yang mengalami masalah seatbelt tersebut bisa datang ke dealer untuk diganti komponennya tanpa dipungut biaya.
Ini juga bukan pertama kalinya Volvo melakukan recall terkait masalah di seatbelt. Pada tahun 2020 lalu Volvo juga sempat melakukan recall karena adaa masalah di bagian kabel dekat seatbelt yang rentan untuk rusak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: