Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 12:54 WIB

VinFast Kalahkan Merek Jepang, Menko Airlangga Singgung Pembangunan Charging Station yang Mirip ATM

Author

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat peresmian Pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Pemerintah Indonesia mengapresiasi VinFast membangun pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Proyek ini dinilai sejalan dengan agenda industri hijau nasional dan berpotensi besar mendorong ekonomi daerah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menilai kehadiran VinFast bukan sekadar investasi, tapi juga strategi jangka panjang yang serius di sektor kendaraan listrik.

Airlangga menyoroti bagaimana VinFast mampu tumbuh pesat di Vietnam, bahkan mengungguli merek-merek Jepang.

“VinFast itu berhasil mengalahkan berbagai merek, termasuk merek Jepang. Sehingga VinFast menjadi nomor satu di Vietnam. Dan strategi Vietnam–VinFast di Indonesia ini luar biasa,” kata Airlangga saat peresmian pabrik VinFast, Senin (15/12/2025).

Baca juga: VinFast Resmikan Pabrik EV di Subang, Mobil Listrik Vietnam Siap Dirakit Lokal

Menurutnya, VinFast melihat potensi kuat pasar domestik Indonesia.

Hal ini tercermin dari keputusan membangun mereka yang pabrik. Hal ini dinilai bahwa VinFast bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar impor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menandatangani mobil VinFast VF3. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Bukan Cuma Jual Mobil

Tak hanya fokus produksi kendaraan listrik, VinFast juga membangun supplier park untuk mendorong pertumbuhan pemasok lokal.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat rantai pasok nasional.

Ekosistem tersebut diperkuat dengan jaringan dealer, layanan purna jual, hingga infrastruktur pengisian daya.

“Tidak semua melihat bisnis seperti VinFast. Kita lihat mereka sudah membangun seribu charging station,” ujar Airlangga.

Pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, akan memproduksi VF3 setir kanan. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Charging Station Disebut Seperti ATM

Airlangga menyebut strategi pengembangan charging station sebagai langkah visioner. Menurutnya, infrastruktur ini bukan sekadar fasilitas pendukung, tapi model bisnis tersendiri.

“Kalau charging station di industri electric vehicle itu sama dengan ATM. Orang datang ambil listrik, bayar. Itu cash business,” katanya.

Ia bahkan menilai belum ada perusahaan otomotif lain yang membangun ekosistem charging station seagresif VinFast.

Investasi VinFast Tembus USD1 Miliar

Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan 171 hektare dengan total investasi lebih dari USD1 miliar.

Pada fase pertama, VinFast menanamkan dana lebih dari USD300 juta dengan kapasitas awal 50.000 unit per tahun.

Fasilitas ini sudah terintegrasi penuh, mulai dari pengelasan bodi, perakitan, hingga inspeksi kualitas kendaraan.

Pada fase lanjutan, investasi tambahan mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp17 triliun, dengan kapasitas produksi meningkat drastis hingga 350.000 unit per tahun.

Pada kapasitas penuh, pabrik ini diproyeksikan menyerap 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU