Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 16:48 WIB

Mengapa VinFast Pilih Subang untuk Pabrik Pertama di Luar Vietnam?

Author

Pekerja memeriksa mobil VF3 di Pabrik VinFast Subang. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - VinFast mengambil langkah besar di Asia Tenggara dengan membangun pabrik pertamanya di luar Vietnam, tepatnya di Subang, Jawa Barat.

Keputusan ini bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil pertimbangan panjang soal logistik, pasar, hingga faktor politik dan historis.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menjelaskan bahwa konektivitas menjadi alasan utama pemilihan Subang.

“Subang menurut kami merupakan kombinasi logistik connectivity. Ke Pelabuhan Patimban tidak terlalu jauh,” kata Kariyanto saat peresmian pabrik VinFast Subang.

Menurutnya, VinFast tidak hanya menargetkan pasar Jabodetabek. Distribusi kendaraan dirancang untuk menjangkau seluruh Pulau Jawa hingga wilayah lain di Indonesia.

Baca juga: VinFast Resmikan Pabrik EV di Subang, Mobil Listrik Vietnam Siap Dirakit Lokal

Faktor lain yang tak kalah penting adalah dukungan dari pemerintah daerah.

“Kami melihat komitmen support yang diberikan oleh pemerintah Subang dan Jawa Barat secara keseluruhan,” ujarnya.

Pabrik VinFast di Subang menyerap pekerja lokal. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Indonesia Jadi Kunci

CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, mengungkapkan bahwa strategi ekspansi VinFast awalnya justru menyasar pasar Barat.

“Poin ekspansi pertama kami ke Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Tujuannya menunjukkan bahwa produk dari Asia bisa diterima secara global,” jelasnya.

Baca juga: VinFast Kalahkan Merek Jepang, Menko Airlangga Singgung Pembangunan Charging Station yang Mirip ATM

Setelah itu, VinFast memutuskan untuk lebih serius menggarap pasar Asia.

Asia yang dipilih adalah India dan Indonesia. India dipilih karena besarnya populasi dan pasar otomotif, sementara Indonesia memiliki cerita yang lebih personal.

Undangan Presiden Jokowi Jadi Titik Awal

Pham Sanh Chau mengungkapkan bahwa investasi VinFast di Indonesia bermula dari undangan langsung Presiden Joko Widodo.

“Dua tahun lalu Pak Jokowi menghadiri acara di Vietnam dan melihat pabrik kami di Hai Phong. Saat bertemu chairman VinFast, Pak Jokowi menawarkan agar VinFast berinvestasi di Indonesia,” ungkapnya.

Setelah melalui berbagai proses, keputusan akhirnya jatuh ke Subang sebagai lokasi pabrik.

Selain faktor politik, VinFast juga melihat potensi pasar Indonesia yang sangat besar.

“Jumlah penduduknya, tingkat motorisasinya, dan keuletan orang-orang Indonesia menjadi faktor pendukung,” kata Pham.

Ia juga menyinggung hubungan historis Indonesia dan Vietnam yang sudah terjalin lama.

“Jika Indonesia dan Vietnam bersatu, kita bisa menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” tambahnya.

Investasi Jumbo

Pabrik VinFast di Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dengan total investasi lebih dari USD1 miliar.

Pada fase pertama, VinFast menggelontorkan dana lebih dari USD300 juta dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun.

Fasilitas ini terintegrasi penuh, mulai dari pengelasan bodi, perakitan kendaraan, hingga inspeksi kualitas.

Pada fase lanjutan, VinFast akan menambah investasi hingga USD1 miliar atau sekitar Rp17 triliun. Kapasitas produksi pun ditargetkan melonjak drastis menjadi 350.000 unit per tahun.

Dalam kondisi produksi penuh, pabrik ini diproyeksikan menyerap antara 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU