Sabtu, 20 DESEMBER 2025 • 12:50 WIB

Buka-bukaan Bos VinFast Indonesia soal Pabrik Mobil Listrik di Subang, Bagaimana Strategi hingga Merekrut Warga Sekitar?

Author

Pekerja merakit mobil VF3 di Pabrik VinFast Subang, Jawa Barat. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Saat insentif impor kendaraan listrik mulai dikurangi secara bertahap oleh pemerintah Indonesia, VinFast justru mengambil langkah berbeda.

Produsen mobil listrik asal Vietnam ini meresmikan pabrik di Subang, Jawa Barat.

Bagi VinFast, kehadiran pabrik ini bukan strategi jangka pendek. Indonesia diposisikan sebagai pusat penting dalam peta besar transformasi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menegaskan bahwa peresmian pabrik Subang, bukan acara simbolis semata. Fasilitas tersebut sudah memasuki fase operasional.

Meski sudah beroperasi, produksi massal VinFast di Subang dijadwalkan mulai Januari 2026. Saat ini, fokus perusahaan ada pada penyempurnaan lini produksi, validasi sistem, serta kesiapan kualitas dan logistik.

Setelah produksi massal berjalan, kendaraan listrik buatan Subang akan langsung didistribusikan ke jaringan dealer VinFast di Indonesia.

Investasi Jumbo VinFast di Indonesia

Komitmen VinFast tercermin dari nilai investasinya. Pada tahap awal atau Fase 1, VinFast telah menggelontorkan dana lebih dari USD300 juta.

Baca juga: VinFast Langsung Gacor! Pabrik di Subang Juga Produksi Motor Listrik

Secara keseluruhan, investasi pabrik EV Subang dirancang bertahap dengan total nilai yang direncanakan melampaui USD 1 miliar.

Menurut Kariyanto, angka ini menegaskan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar global paling strategis bagi VinFast, bukan sekadar memanfaatkan kebijakan sementara.

“Kami tidak hadir untuk jangka pendek. Seiring pertumbuhan permintaan, fase investasi lanjutan akan terus dikembangkan,” katanya.

Pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, juga memproduksi motor listrik selain mobil. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Model EV yang Diproduksi di Subang

Pabrik VinFast di Subang dirancang khusus untuk merakit kendaraan listrik setir kanan, yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Pada tahap awal, model yang akan diproduksi meliputi VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7. Rentangnya cukup luas, dari mobil kompak perkotaan hingga SUV segmen C.

Ke depan, fasilitas ini juga disiapkan untuk produksi model baru, termasuk MPV listrik dan sepeda motor listrik, mengikuti tren kebutuhan mobilitas nasional.

Untuk saat ini, pabrik Subang masih berfokus pada perakitan kendaraan. Produksi baterai belum dilakukan secara lokal, meski kolaborasi baterai tetap masuk dalam strategi jangka panjang VinFast.

Baca juga: Mengapa VinFast Pilih Subang untuk Pabrik Pertama di Luar Vietnam?

Peran Strategis Subang di Jaringan Global VinFast

Dalam jaringan manufaktur global VinFast, Indonesia menempati posisi penting. Bersama Vietnam dan India, Subang akan menjadi salah satu pusat produksi utama.

Secara strategis, hal ini memperkuat ketahanan rantai pasok regional. Bahkan, dalam jangka menengah hingga panjang, pabrik Subang berpotensi menjadi basis ekspor untuk pasar regional tertentu.

Langkah ini sejalan dengan ambisi VinFast membangun kehadiran global yang berkelanjutan, tanpa terlalu bergantung pada satu negara produksi.

Pekerja memeriksa mobil VF3 di Pabrik VinFast Subang. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Isu lapangan kerja menjadi perhatian besar masyarakat sekitar. VinFast menyebut pada tahap awal akan merekrut ratusan tenaga kerja di berbagai bidang, mulai dari produksi hingga logistik.

Mayoritas karyawan direkrut dari wilayah Subang dan sekitarnya, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Pada kapasitas penuh, pabrik ini diproyeksikan mampu menciptakan 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung, dengan efek domino ekonomi yang luas.

Fokus SDM dan Transfer Teknologi

Di tengah ekspansi cepat, VinFast menaruh perhatian besar pada kualitas sumber daya manusia. Strategi rekrutmen dikombinasikan dengan pelatihan vokasi berstandar internasional.

Karyawan tidak hanya disiapkan untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk menghadapi perubahan teknologi EV ke depan.

Peningkatan kompetensi berkelanjutan, jalur karier yang jelas, dan paparan praktik global menjadi fondasi pengembangan SDM VinFast di Indonesia.

TKDN dan Kolaborasi Lokal

Lokalisasi menjadi isu krusial dalam kebijakan EV nasional. VinFast menegaskan komitmennya untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap.

Peta jalan lokalisasi dirancang seiring berkembangnya industri komponen dalam negeri.

VinFast juga aktif menjajaki kerja sama dengan pemasok lokal, mulai dari komponen baterai, rangka kendaraan, interior, hingga logistik.

Menurut Kariyanto, hubungan ini bersifat jangka panjang, bukan sekadar transaksi bisnis.

Lebih dari Sekadar Pabrik

Bagi VinFast, kehadiran pabrik Subang diharapkan menjadi katalis ekosistem EV nasional. Efeknya bukan hanya pada industri otomotif, tetapi juga pada pendidikan vokasi, alih teknologi, dan infrastruktur.

Tujuan akhirnya adalah membangun industri kendaraan listrik yang komprehensif, dari perakitan hingga transformasi mobilitas hijau.

Tetap Investasi Meski Insentif Berakhir

Kariyanto menegaskan bahwa keputusan VinFast berinvestasi besar di Indonesia tidak bergantung pada insentif impor.

“Keputusan investasi VinFast didasarkan pada strategi jangka panjang, bukan insentif sesaat,” tegasnya.

Menurutnya, berakhirnya insentif justru menegaskan pentingnya pembangunan kapasitas lokal.

Indonesia, bagi VinFast, bukan hanya pasar, tetapi “rumah kedua” untuk tumbuh bersama industri EV nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU