INDOZONE.ID - Setelah meluncurkan mobil listrik pertamanya, G3 dan G3+, pada perayaan 50 tahun perusahaan pada Mei 2025, Polytron memberi sinyal akan kembali menghadirkan model mobil listrik terbaru dalam waktu mendatang.
Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo, memastikan kendaraan listrik berikutnya akan dirakit secara lokal atau completely knocked down (CKD), seiring berakhirnya insentif untuk mobil listrik impor utuh.
“Pasti CKD, enggak mungkin kita balik lagi. Insentif untuk CBU sudah tidak ada,” ujar Tekno saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Saat ditanya apakah model baru tersebut akan kembali mengusung platform SUV seperti G3 dan G3+, Tekno tidak menutup kemungkinan tersebut.
“Mungkin juga,” katanya singkat.
Baca juga: Polytron Resmikan Tiga EV Showroom Sekaligus, Hadirkan Layanan Darurat EVA 24/7
Sebagai informasi, Polytron G3 dan G3+ merupakan hasil kerja sama Polytron dengan produsen asal China, Skyworth. Kedua model tersebut merupakan versi rebadge dari Skyworth K atau Skywell ET5 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasar Indonesia.
Meski demikian, Tekno menyebut Polytron tidak membatasi diri hanya pada satu mitra dalam pengembangan produk kendaraan listrik. Perusahaan terbuka menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, selama produk yang ditawarkan dinilai sesuai dengan karakter pasar domestik.
“Kami kerja sama tidak hanya dengan satu mitra saja. Kami tidak pernah membatasi dengan satu mitra, yang penting mereka punya produk yang sesuai dengan di Indonesia,” ujarnya.
Tekno menambahkan, peluang kerja sama juga terbuka dengan produsen di luar China.
“Kalau memang ada dari luar China, kita juga terbuka, mungkin dari India. Nanti ditunggu saja,” kata dia.
Di sisi lain, Polytron mengungkapkan akan mengambil pendekatan konservatif dalam memasarkan mobil listrik sepanjang tahun ini. Perusahaan tidak memasang target pertumbuhan penjualan yang agresif dan memilih fokus pada edukasi konsumen.
Baca juga: Polytron Kembangkan Portable Fast Charging Pertama untuk Motor Listrik
Menurut Tekno, pendekatan tersebut penting di tengah persaingan harga mobil listrik yang semakin ketat. Ia menilai harga murah bukan satu-satunya indikator kualitas, terutama jika produk tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi penggunaan di Indonesia.
Karena itu, Polytron lebih menekankan pemahaman konsumen terhadap manfaat, kecocokan, serta keberlanjutan produk, dibandingkan mengejar lonjakan penjualan atau peningkatan pangsa pasar dalam waktu singkat.
Meski tetap optimistis mencatat pertumbuhan, Polytron menegaskan tidak ingin terburu-buru mengikuti strategi ekspansi cepat seperti yang ditempuh sebagian merek lain.
Perusahaan juga menyadari bahwa peningkatan pangsa pasar harus dibarengi kesiapan layanan purnajual. Saat ini, pengembangan jaringan diler dan layanan masih dilakukan secara bertahap dengan pendekatan konsultatif.
“Kami yakin persaingan mobil listrik ini akan cukup panjang, seperti maraton. Kami tidak mau kehabisan napas di awal-awal,” tutup Tekno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA