INDOZONE.ID - BYD Indonesia mengumumkan dua teknologi baru pada Maret 2026, yakni Blade Battery Generasi Kedua.
Kemudian FLASH Charging. Sistem pengisian daya yang mampu mengisi baterai dari 10% ke 70% hanya dalam 5 menit. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan data penjualan EV nasional yang melonjak hampir tiga kali lipat di awal 2026.
Angka dari GAIKINDO, total penjualan kendaraan nasional Januari–Februari 2026 mencapai 147.700 unit, naik 10% dibanding periode sama tahun lalu.
Penjualan EV nasional di periode yang sama menyentuh 22.500 unit atau hampir tiga kali lipat dibanding 2025.
Pangsa pasar EV kini sudah 15% dari total penjualan kendaraan nasional. Di Jabodetabek, angkanya bahkan melampaui 25%.
Data tersebut menunjukkan, satu dari empat mobil baru yang terjual di Jakarta dan sekitarnya sudah berbasis listrik.
BYD menyumbang lebih dari 10.000 unit dari total itu, dengan pangsa hampir separuh dari seluruh penjualan EV nasional dalam dua bulan pertama 2026.
Baca juga: Pabrik BYD di Subang Sudah Uji Coba Produksi Mobil Listrik Buatan Indonesia, Kapan Beroperasi?
Baca juga: BYD Seal Terbakar di Hong Kong, Baterai Tetap Aman?
5 Menit Isi Daya
FLASH Charging adalah teknologi pengisian daya berkecepatan tinggi yang diluncurkan BYD secara global pada 5 Maret 2026.
Sistem ini memungkinkan pengisian dari 10% hingga 70% State of Charge (SOC) dalam sekitar 5 menit, dan mencapai 97% kapasitas dalam sekitar 9 menit.
Bahkan di suhu -30 derajat sekalipun, proses pengisian hanya butuh sekitar 12 menit.
Infrastruktur pendukungnya, FLASH Charger, diklaim sebagai charger produksi massal dengan daya tertinggi di dunia. Single connector charging power hingga 1.500 kW.
BYD berencana membangun 20.000 stasiun FLASH Charging di China, dengan ekspansi global dijadwalkan akhir 2026, termasuk Indonesia
Blade Battery Generasi Kedua
Sementara baterai Blade Battery generasi kedua dirancang melampaui standar keselamatan terbaru China (GB38031-2025).
Baterai diuji dengan pengujian ekstrem termasuk nail penetration test setelah 500 siklus FLASH Charging dan bottom impact test dengan kekuatan benturan sepuluh kali lipat dari standar nasional.
Performa juga meningkat. Kepadatan energi naik sekitar 5% dibanding generasi pertama, tingkat penurunan kapasitas turun hingga 2,5%, dan kendaraan yang menggunakan teknologi ini berpotensi menjangkau lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian.
BYD menyebut filosofi pengembangannya sebagai "Safety is the ultimate luxury in New Energy Vehicles".
Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, menjelaskan kedua terobosan teknologi ini menjadi langkah penting dalam perjalanan inovasi BYD.
"Inovasi tidak hanya berhenti pada teknologi kendaraan NEV itu sendiri, melainkan juga harus diiringi dengan penguatan ekosistem yang mendukung, agar semakin lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan kemudahan dan manfaat dari NEV," ujarnya kepada media saat buka bersama Senin (9/3/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan