Senin, 30 MARET 2026 • 16:25 WIB

Bisnis Rental Mobil: Modal, Simulasi Untung, Cara Mulai

Author

Ilustrasi rental mobil

INDOZONE.ID - Bisnis rental mobil di Indonesia bisa dimulai dengan modal sekitar Rp 160 juta untuk satu unit, dengan potensi balik modal dalam 2,5–3 tahun.

Data dari Doku, perusahaan fintech pionir payment gateway dan dompet digital, mengungkapkan pasar sewa mobil nasional tercatat mencapai USD 0,74 miliar pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh 16,3% per tahun hingga 2029.

Kenapa Bisnis Rental Mobil Masih Relevan?
Kenapa bisnis rental mobil punya potensi cuan Jawabannya karena model bisnisnya sederhana. Aset bergerak, menghasilkan cashflow harian.

Permintaan datang dari berbagai segmen, yakni wisata, kebutuhan harian, hingga kontrak korporat jangka panjang.

Bisnis ini bisa dimulai dari satu unit saja. Tidak perlu langsung punya armada besar untuk mulai menghasilkan.

Baca juga: 8 Tips Sewa Mobil yang Aman Untuk Liburan, Dijamin Gak Mengecewakan!

Modal Awal dan Biaya Operasional

Untuk pemula, entry point paling realistis adalah satu unit mobil bekas tipe LCGC atau MPV seperti Toyota Avanza atau Calya.

Estimasi modalnya:

  • Unit mobil bekas: Rp 150–170 juta
  • Asuransi All Risk: Rp 4–5 juta/tahun
  • GPS tracker: Rp 1,5 juta
  • Legalitas usaha (CV/NIB OSS): Rp 3–5 juta

Total per unit: sekitar Rp 160 jutaan.

Biaya operasional bulanan per unit berkisar Rp3,5–5 juta, mencakup servis, pajak, asuransi, dan GPS. Kalau punya tiga unit sekaligus, siapkan sekitar Rp9–10 juta per bulan untuk operasional.

Ilustrasi rental mobil

Simulasi Pendapatan dan BEP Bisnis Rental Mobil

Dengan harga sewa Rp400 ribu per hari dan tingkat pemakaian 20 hari per bulan (occupancy sekitar 65%), satu unit bisa menghasilkan pendapatan kotor Rp 8 juta per bulan, dengan kisaran laba bersih sekitar Rp4,5 juta.

Break Even Point (BEP) tercapai dalam kurang lebih 33 bulan. Minimal kendaraan harus tersewa 9 hari per bulan agar biaya operasional tertutup.

Kalau berhasil membangun armada 5 unit dengan performa stabil, potensi laba tahunan bisa menembus Rp300 juta.

Risiko yang Sering Bikin Usaha Rental Tumbang

Ini bagian yang paling sering diremehkan pemula. Ada empat risiko utama yang perlu diantisipasi sejak awal:

Penggelapan Mobil

Diatasi dengan verifikasi KTP, SIM, dan wajib deposit sebelum kunci diserahkan.

Mobil Dibawa Kabur

Pasang GPS tracker, idealnya dua unit, lengkap dengan fitur geofence untuk membatasi wilayah operasional.

Kecelakaan

Asuransi All Risk dengan premi sekitar 2,5% per tahun wajib ada, ditambah dokumentasi kondisi kendaraan sebelum dan sesudah sewa.

Low Season

Siapkan dana cadangan minimal tiga bulan, dan aktif kejar kontrak bulanan dari klien korporat untuk menstabilkan pendapatan.

Strategi Supaya Occupancy Tetap Tinggi

Target occupancy ideal ada di angka 60–70%. Di bawah itu, bisnis mulai berat.

Beberapa langkah operasional yang perlu disiapkan: tentukan target pasar sejak awal (wisata, harian, atau korporat), daftarkan usaha dengan NIB OSS KBLI 77100, listing di Google Business dan marketplace, serta manfaatkan momen musiman seperti libur panjang dan Lebaran untuk mendorong permintaan.

Pemilihan unit kendaraan sangat menentukan ROI. Mobil yang salah segmen bisa membuat kendaraan parkir lebih lama dari yang seharusnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doku

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU