Minggu, 12 APRIL 2026 • 11:45 WIB

Tesla Garap SUV Kompak, Fokus Harga Murah dan Teknologi Otonom

Author

Super Chargers Tesla di Mojave, California, Amerika Serikat. (Reuters/Mike Blake)

INDOZONE.ID - Tesla dikabarkan tengah menyiapkan mobil listrik baru di segmen SUV kompak dengan harga yang lebih terjangkau. Model ini disebut akan menjadi produk berbeda dari lini yang sudah ada, termasuk Model Y.

Mengutip laporan ArenaEV, Jumat (10/4) waktu setempat, SUV listrik tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 4.280 mm. Dimensi ini membuatnya lebih ringkas dibandingkan Model 3 maupun Model Y.

Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Jika sesuai rencana, produksi kemungkinan akan dilakukan di China, meski peluncurannya diperkirakan belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca juga: Tesla Pamer Teknologi FSD, Mobil Melaju 580 Km Tanpa Intervensi Pengemudi

Dari sisi spesifikasi, kendaraan ini diproyeksikan mengusung konsep efisiensi biaya. Tesla disebut akan menggunakan baterai berkapasitas lebih kecil serta konfigurasi satu motor listrik. Dengan pendekatan tersebut, bobot mobil diperkirakan berada di kisaran 1.500 kilogram.

Strategi ini diyakini menjadi kunci untuk menekan harga jual agar lebih kompetitif dibandingkan Model 3 dan Model Y.

Tesla Model 3 dalam Guangzhou Auto Show 2019. (Reuters/Yilei Sun)

Sebelumnya, Tesla sempat dirumorkan mengembangkan mobil listrik murah yang dikenal dengan sebutan “Model 2”. Namun, proyek itu dikabarkan ditunda oleh CEO Elon Musk untuk memprioritaskan pengembangan kendaraan otonom seperti Robotaxi atau Cybercab.

Berbeda dari proyek tersebut, SUV kompak terbaru ini disebut tetap dirancang sebagai kendaraan yang bisa dikendarai secara manual. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan akan tersedia versi dengan kemampuan otonom.

Baca juga: Salip Tesla, BYD Resmi Menjadi Mobil Listrik Paling Laris di Pasar Global Sepanjang 2025!

Sumber internal menyebut Tesla kini mengarah pada pengembangan kendaraan yang fleksibel, yakni mampu beroperasi tanpa pengemudi, tetapi tetap menyediakan opsi kendali manual.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Tesla menyesuaikan diri dengan kondisi pasar global, mengingat adopsi kendaraan otonom sepenuhnya di berbagai negara masih membutuhkan waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU