Senin, 13 APRIL 2026 • 13:45 WIB

Kemenperin Genjot TKDN dan SNI di Industri Otomotif Nasional

Author

Kemenperin perkuat industri otomotif nasional lewat kebijakan TKDN dan SNI, fokus pada motor listrik dan investasi QJMotor di Cikarang. (Dok. Humas Kemenperin.)

INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat industri otomotif nasional lewat dua kebijakan

Pertama peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kedua penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Fokusnya ada di kendaraan roda dua dan tiga, termasuk motor listrik yang populasinya terus melonjak.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah serius mengoptimalkan pendalaman struktur industri otomotif. Tak hanya sekadar soal produksi, tapi juga soal transfer teknologi dan kemandirian jangka panjang.

Industri kendaraan roda dua dan tiga disebut punya multiplier effect besar.  Artinya, ketika sektor ini tumbuh, dampaknya menjalar ke banyak sektor lain, seperti investasi masuk, lapangan kerja tercipta, dan komponen lokal ikut berkembang.

Populasi kendaraan listrik roda dua sudah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ini sinyal bahwa konsumen Indonesia mulai serius beralih ke transportasi yang lebih efisien.

Baca juga: Motor Listrik Sering Kena Macet Rawan Rusak Gak? Ini Penjelasan yang Bisa Dipahami!

TKDN Jadi Fondasi

Direktur Jenderal ILMATE Setia Diarta menekankan arah kebijakan ini langsung dari Cikarang, saat Komisi VII DPR RI mengunjungi pabrik QJMotor Manufacture Indonesia pekan lalu.

"Pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri otomotif nasional agar berkembang sesuai dengan arah kebijakan, khususnya dalam peningkatan TKDN dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah ini penting untuk memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif, berdaya saing global, serta mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional," ujar Setia dalam siaran pers yang diterima Indozone.

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay juga ikut menegaskan posisi serupa. Menurutnya, investasi di sektor manufaktur seharusnya tidak hanya mengejar pasar.

"Kami menekankan pentingnya setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap," kata Saleh.

QJMotor Fort 250. (Indozone/Rachmat Fahzry)

QJMotor Incar Indonesia Jadi Basis Produksi Asia Tenggara

Di tengah kunjungan itu, QJMotor Manufacture Indonesia mengumumkan ambisi besarnya menjadikan Indonesia sebagai hub produksi sepeda motor untuk kawasan Asia Tenggara.

Mereka berkomitmen memperkuat kapasitas manufaktur, mengembangkan rantai pasok lokal, dan meningkatkan kualitas produk sesuai standar global.

Jika QJMotor, merek asal China yang mulai merambah pasar global,  serius membangun ekosistem lokal di Indonesia, itu bisa jadi preseden positif bagi investasi otomotif lainnya.

"Pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri agar berkembang secara berkelanjutan melalui penguatan struktur industri, peningkatan investasi, serta kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku usaha," tutup Setia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Kemenperin

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU