INDOZONE.ID - Banyak yang bertanya-tanya, apakah kondisi stop-and-go saat macet menggunakan motor listrik akan membuat komponen elektrikal cepat aus atau bahkan rusak secara permanen? Berbeda dengan motor bensin yang mesinnya tetap berputar panas meski posisi diam, motor listrik memiliki karakteristik kerja yang jauh lebih efisien namun tetap memerlukan pemahaman teknis yang tepat.
Memahami bagaimana motor listrik bereaksi terhadap kemacetan akan membuat kamu lebih tenang dan bisa mengantisipasi potensi masalah sebelum terjadi.
Kabar baiknya, teknologi motor listrik di tahun 2026 ini sudah dirancang sangat tangguh untuk menghadapi ritme perkotaan yang padat. Berikut adalah 3 penjelasan teknis mengenai ketahanan motor listrik saat menghadapi kemacetan harian.
VinFast merilis empat motor listrik tanpa ribet ngecas. (Dok. VinFast)
Bedanya dengan motor bensin yang mesinnya tetap nyala dan panas meski berhenti di lampu merah, motor listrik itu benar-benar diam total.
Saat kamu berhenti macet, tidak ada aliran listrik yang terpakai dan tidak ada mesin yang berputar. Ini artinya, motor listrik kamu malah lebih "istirahat" dan baterainya jadi lebih awet karena energi cuma dipakai kalau motornya jalan saja.
Baca juga: Spesifikasi Emmo JVX GT: Motor Trail Listrik yang Bakal Dibeli oleh BGN untuk Operasional SPPG
Jadi, nggak perlu takut mesin "capek" karena kelamaan antre di jalan.
Polytron Fox-200, motor listrik pertama yang dirancang khusus untuk perempuan. (Ist)
Satu-satunya musuh motor listrik itu cuma panas yang berlebih. Kalau kamu sering gas-rem mendadak pas lagi macet, suhu di bagian baterai memang bisa naik.
Tapi tenang saja, motor listrik sekarang sudah punya "otak" (namanya BMS) yang sangat pintar. Kalau dia merasa mesinnya mulai agak panas karena cuaca terik atau macet parah, dia bakal otomatis mengatur tenaga supaya suhu tetap aman.
Jadi, motor kamu punya sistem perlindungan diri sendiri biar nggak sampai jebol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron Official