VinFast merilis empat motor listrik tanpa ribet ngecas. (Dok. VinFast)
INDOZONE.ID - Meskipun motor listrik tidak memiliki sistem pembakaran seperti motor bensin, suhu panas tetap menjadi musuh utama bagi komponen vital seperti baterai dan kontroler.
Di tengah cuaca tropis yang terik seperti di Tangerang atau saat menghadapi kemacetan panjang di Jakarta, risiko overheat pada motor listrik bukanlah hal yang bisa disepelekan.
Jika suhu komponen elektrik melampaui batas normal, sistem biasanya akan melakukan pemotongan tenaga secara otomatis atau bahkan berhenti total demi keamanan.
Berikut adalah 3 cara efektif untuk mencegah motor listrik overheat yang perlu kamu waspadai agar tidak asal gaspol di jalan.
Motor listrik terbaru buatan Xiaomi, Xiaomi A1. (rideapart.com)
Cara paling sederhana namun sering diabaikan adalah dengan menjaga ritme bukaan gas atau throttle.
Motor listrik dikenal memiliki torsi instan yang sangat besar, namun memuntir gas secara mendadak secara terus-menerus akan memaksa baterai mengeluarkan arus besar dalam waktu singkat.
Baca juga: Spesifikasi Emmo JVX GT, Motor Listrik Adventure Bertenaga 7000 W Harga Rp56,8 Juta
Proses ini memicu kenaikan suhu yang sangat cepat pada sel baterai dan kabel-kabel penghubung.
Siasat pintarnya adalah dengan berakselerasi secara bertahap dan halus, terutama saat baru mulai berjalan atau saat menanjak.
Selain itu, pastikan kamu tidak membawa beban yang melebihi kapasitas maksimal motor.
Beban yang terlalu berat memaksa motor listrik bekerja ekstra keras, yang secara langsung akan meningkatkan suhu pada bagian dinamo atau hub motor di roda belakang.
Motor listrik Emmo JVX GT. (Dok. Emmo Indonesia.)
Banyak motor listrik terbaru menggunakan sistem pendingin udara atau bahkan cairan untuk menjaga suhu kontroler dan baterai tetap stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron Official