Ilustrasi Perawatan Motor Listrik
INDOZONE.ID - Berpindah dari motor bensin ke motor listrik, memang memberikan banyak keuntungan. Mulai dari biaya operasional yang jauh lebih murah hingga suara mesin yang sangat senyap.
Namun, kamu perlu memahami bahwa, motor listrik memiliki karakteristik perawatan yang sangat berbeda dengan motor konvensional.
Kamu tidak perlu lagi memikirkan ganti oli mesin atau servis transmisi yang rumit, tetapi ada komponen vital yang jauh lebih sensitif.
Banyak pemilik baru yang abai karena merasa motor listrik "bebas perawatan". Padahal, jika salah penanganan, komponen termahalnya bisa cepat rusak.
Ilustrasi Pengisian Baterai Motor Listrik
Baterai adalah jantung sekaligus komponen termahal dari motor listrikmu. Sebagian besar motor listrik saat ini menggunakan baterai jenis Lithium-ion yang memiliki siklus hidup tertentu.
Tips utama agar baterai awet adalah, jangan pernah membiarkan daya baterai menyentuh angka 0 persen atau benar-benar habis.
Kondisi kosong total dapat merusak sel baterai dan memperpendek usianya secara drastis.
Baca juga: Polytron Tekankan Keamanan Cell Baterai, Edukasi Konsumen Motor Listrik Jadi Prioritas
Sebaiknya, kamu mulai melakukan pengisian daya saat baterai berada di kisaran 20 persen dan menghentikannya di angka 80 persen hingga 90 persen untuk pemakaian harian.
Selain itu, hindari langsung mengisi daya sesaat setelah motor digunakan menempuh jarak jauh. Berikan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, agar suhu baterai turun terlebih dahulu sebelum dicolokkan ke pengisi daya.
Suhu panas yang berlebih saat pengisian adalah, musuh utama kesehatan baterai kamu.
Meskipun motor listrik dirancang tahan air dan aman digunakan saat hujan, kamu tetap harus waspada saat mencuci atau melewati genangan air yang sangat tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron Official