Ilustrasi Perawatan Motor Listrik
INDOZONE.ID - Memasuki awal tahun 2026, intensitas hujan di berbagai wilayah Indonesia sedang tinggi-tingginya.
Bagi kamu pengguna motor listrik (EV), cuaca ekstrem seperti ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama soal risiko korsleting atau kerusakan baterai akibat air.
Meski sebagian besar motor listrik sudah dirancang memiliki sertifikasi tahan air (waterproof), kamu tidak boleh mengabaikan perawatan ekstra agar komponen elektroniknya tetap awet.
Berikut adalah, 5 cara merawat motor listrik di musim hujan yang wajib kamu pahami. Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Pengendara sepeda motor listrik sedang mengenakan jas hujan saat hujan deras. (REUTERS/Thomas Peter)
Meskipun motor listrik modern umumnya memiliki peringkat IP67 (tahan air dan debu), bukan berarti kamu bisa bebas menjadikannya "kapal selam".
Batas aman menerjang genangan air adalah tidak melebihi setengah dari diameter roda, atau tidak merendam area hub motor dan soket baterai terlalu lama.
Jika genangan terlalu tinggi, lebih baik cari jalan alternatif guna menghindari tekanan air yang bisa saja menyelinap masuk ke celah-celah tersempit komponen kelistrikan.
Ilustrasi mencuci motor. (freepik)
Air hujan mengandung zat asam yang cukup tinggi dan sering kali membawa kotoran berupa pasir atau lumpur halus.
Jika dibiarkan mengering, kotoran ini bisa menyebabkan korosi pada rangka dan mengganggu area soket pengisian daya.
Setelah kehujanan, segera bilas motor dengan air bersih.
Baca juga: Banyak yang Murah, Ini 5 Tips Beli Motor Listrik Baru untuk Pemula yang Baru Beralih dari Bensin!
Gunakan lap microfiber untuk memastikan area sensitif seperti panel instrumen (LCD), soket charger, dan sakelar di stang benar-benar kering.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron Official