Polytron Fox-200, motor listrik pertama yang dirancang khusus untuk perempuan. (Ist)
INDOZONE.ID - Memasuki awal tahun 2026, motor listrik bukan lagi pemandangan asing di jalanan Indonesia.
Dengan berbagai subsidi pemerintah dan munculnya merek-merek baru, harga motor listrik kini semakin terjangkau. Bahkan, beberapa di antaranya lebih murah daripada motor bensin kelas entry-level.
Namun, bagi pemula, membeli motor listrik tidak bisa disamakan dengan membeli motor biasa. Ada variabel seperti baterai, jarak tempuh, dan daya angkut yang sangat krusial untuk diperhatikan.
Agar kamu tidak salah pilih dan merasa kecewa setelah membeli, berikut adalah 5 tips beli motor listrik untuk pemula supaya spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan harianmu.
Ilustrasi motor listrik Yamaha swap battery. (Dok. Yimm)
Baterai adalah komponen termahal dan terpenting pada motor listrik. Secara umum, ada dua jenis yang paling banyak beredar: SLA (Lead Acid) dan Lithium.
Motor listrik modifikasi Duta Sheila on 7. (Dok. MAKA motors)
Jangan hanya tergiur dengan tampilan motor yang keren. Perhatikan kapasitas baterai dalam satuan Ampere Hour (Ah).
Sebagai gambaran, motor listrik dengan baterai 60V 20Ah rata-rata bisa menempuh jarak 40-60 km dalam sekali cas.
Jika jarak kantor atau kampusmu pulang-pergi adalah 30 km, maka motor dengan jarak tempuh minimal 60 km adalah pilihan aman agar kamu tidak merasa was-was kehabisan daya di tengah jalan.
Baca juga: 3 Tips Penting Merawat Motor Listrik yang Wajib Banget Diperhatikan supaya Awet dan Gak Cepat Rusak
Pastikan spesifikasi "jarak tempuh" di brosur adalah jarak nyata, bukan sekadar tes di kondisi jalanan datar tanpa beban.
Motor listrik terbaru buatan Xiaomi, Xiaomi A1. (rideapart.com)
Ada dua cara mengisi daya motor listrik: cas di rumah (Home Charging) atau tukar baterai (Battery Swap).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron Official