Kamis, 16 APRIL 2026 • 15:12 WIB

Chery dan Geely Siap Tantang Dominasi Toyota Lewat Mobil Hybrid Terbaru 2026

Author

Chery Exeed Exlantix E05 dilengkapi tiga layar di dasbor. (Carnewschina)

INDOZONE.ID - Chery dan Geely siap meramaikan persaingan mobil hybrid global pada 2026 dengan menghadirkan teknologi terbaru yang diklaim lebih efisien dan bertenaga.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa produsen otomotif asal Tiongkok mulai serius menantang dominasi Toyota di segmen kendaraan hybrid.

Mobil Hybrid Kembali Jadi Fokus Utama

Berdasarkan Carnewschina, Kamis (16/04/2026) produsen seperti Chery dan Geely kembali menjadikan hybrid electric vehicles (HEV) sebagai strategi utama di 2026.

Langkah ini muncul di tengah dominasi Toyota yang masih kuat di pasar global. Di sisi lain, BYD juga terus memperluas pasar dengan kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid.

Baca juga: Baterai Masa Depan, EV Chery Bisa Tempuh 1.500 Km

Perbedaan Teknologi Hybrid Toyota vs Tiongkok

Sistem hybrid milik Toyota menggunakan mekanisme power-split berbasis roda gigi planet. Teknologi ini membuat mesin bekerja pada titik efisiensi optimal dengan bantuan motor listrik saat diperlukan.

Namun, pendekatan tersebut dinilai lebih fokus pada efisiensi bahan bakar dan kenyamanan, dengan keterbatasan pada tenaga listrik maksimal.

Sebaliknya, produsen Tiongkok mengembangkan sistem hybrid dengan arsitektur seri-paralel dan transmisi khusus (DHT). Dalam sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin berfungsi sebagai pendukung atau generator.

Performa Lebih Bertenaga dan Irit BBM

Mobil hybrid Tiongkok umumnya dibekali motor listrik lebih besar, berkisar 130-180 kW. Hal ini membuat akselerasi lebih responsif dibanding sistem konvensional.

Selain itu, konsumsi bahan bakar di perkotaan diklaim bisa mencapai sekitar 2-3 liter per 100 km dalam kondisi tertentu.

Baca juga: Geely Perkenalkan Galaxy A7 EV, Tampil Modern dan Jarak Tempuh Panjang

Angka ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mencari efisiensi tanpa mengorbankan performa.

Strategi Biaya Jadi Kunci

Salah satu alasan utama fokus pada HEV adalah efisiensi biaya produksi. Mobil hybrid hanya menggunakan baterai berkapasitas kecil, sekitar 1-2 kWh, jauh lebih rendah dibanding mobil listrik murni.

Baca juga: Update Harga Chery Tiggo 9 CSH AWD April 2026, SUV Bongsor tapi Bermesin Hybrid!

Dengan baterai yang lebih kecil, produsen dapat menekan biaya produksi sekaligus menjaga harga tetap kompetitif di pasar global yang semakin ketat.

Persiapan Menuju Produksi Massal

Sejumlah produsen sudah menyiapkan langkah konkret menuju produksi massal. Geely, misalnya, mengembangkan sistem i-HEV dengan target konsumsi bahan bakar sekitar 3 liter per 100 km.

Sementara itu, Chery disebut sedang bereksperimen dengan baterai hybrid berkapasitas lebih besar, sekitar 5 kWh, yang mulai mendekati teknologi plug-in hybrid.

Tantangan untuk Dominasi Toyota

Meski demikian, dominasi Toyota di segmen hybrid masih sangat kuat. Berdasarkan data yang dikutip ANTARA, Toyota menjual sekitar 11,3 juta kendaraan pada 2025, dengan sekitar 42 persen di antaranya merupakan mobil hybrid.

Baca juga: Geely EX5 Pimpin C-SUV, Penjualan Geely Nyaris 2x Lipat

Namun, dengan inovasi teknologi dan strategi harga yang agresif, produsen Tiongkok seperti Chery dan Geely berpotensi menjadi pesaing serius dalam beberapa tahun ke depan.

Hybrid Jadi Jembatan Menuju Elektrifikasi

Mobil hybrid kini diposisikan sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh. Berdasarkan laporan ANTARA, HEV dianggap sebagai pelengkap, bukan pengganti mobil listrik murni.

Dengan kombinasi efisiensi, performa, dan harga yang lebih terjangkau, mobil hybrid diprediksi akan terus menjadi pilihan menarik bagi konsumen global, sekaligus membuka persaingan baru di industri otomotif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Carnewschina

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU