INDOZONE.ID - Pabrikan mobil sport asal Italia, Ferrari, resmi memasuki era kendaraan listrik. Ferrari memperkenalkan mobil listrik produksi massal pertamanya yang diberi nama Ferrari Luce dalam sebuah acara peluncuran di Roma, Italia.
Kehadiran Ferrari Luce langsung mencuri perhatian karena tampil berbeda dari mobil Ferrari pada umumnya. Jika biasanya Ferrari identik dengan coupe dua pintu atau supercar bermesin bensin, kali ini Ferrari menghadirkan mobil listrik berdesain hatchback sedan lima pintu dengan kapasitas lima penumpang.
Buat banyak pecinta otomotif, langkah ini jadi sinyal bahwa Ferrari mulai serius mengikuti tren elektrifikasi global tanpa meninggalkan karakter sporty khas mereka.
Yang menarik, Ferrari menggandeng firma desain independen Love From untuk mengembangkan mobil ini. Studio desain tersebut dipimpin oleh Jony Ive dan Marc Newson. Nama Jony Ive sendiri sudah sangat dikenal sebagai sosok di balik desain produk-produk ikonik Apple seperti iPhone generasi pertama.
Ini menjadi pertama kalinya Jony Ive terlibat dalam desain sebuah mobil. Hasilnya, Ferrari Luce hadir dengan tampilan yang jauh lebih minimalis, modern, dan futuristis dibanding Ferrari lain sebelumnya.
Baca juga: BMW iX3 50 xDrive Bikin Heboh, SUV Listrik Ini Bisa Tempuh Hampir 500 Km di Tol
Secara dimensi, Ferrari Luce juga menjadi mobil terbesar yang pernah dibuat Ferrari. Mobil ini punya panjang 5.026 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.544 mm, dan wheelbase 2.961 mm.
Kalau dibandingkan dengan Ferrari Purosangue, Luce sedikit lebih panjang dan lebih rendah. Tampilan luarnya dibuat unik dengan kombinasi bodi bawah berwarna solid dan bagian atas yang didominasi panel kaca gelap, sehingga terlihat seperti mobil konsep masa depan.
Velg berukuran besar ikut mempertegas tampilannya. Ferrari memasang pelek 23 inci di depan dan 24 inci di belakang.
Ferrari juga fokus besar pada sisi aerodinamika demi memaksimalkan efisiensi dan jarak tempuh. Menurut perusahaan, proses pengembangan Luce memakai simulasi aliran udara digital hingga 2,5 kali lebih banyak dibanding Purosangue.
Bagian depan mobil memakai desain S-duct untuk mengatur aliran udara, sementara spoiler depan dan belakang dibuat melayang agar hambatan angin lebih minim. Hasilnya, Ferrari mengklaim Luce punya koefisien drag paling rendah dibanding seluruh mobil jalan raya buatan mereka sebelumnya.
Masuk ke interior, Ferrari justru tidak ikut tren layar besar berlebihan seperti banyak mobil listrik modern saat ini. Mereka tetap mempertahankan tombol fisik dan kenop aluminium untuk berbagai pengaturan utama.
Setir tiga palangnya dibuat dari aluminium daur ulang, sedangkan panel instrumen memadukan jarum mekanis klasik dengan layar digital resolusi tinggi buatan Samsung.
Karena tidak memakai terowongan transmisi konvensional, lantai kabin dibuat rata sehingga ruang kabin terasa jauh lebih lega. Ferrari bahkan menyebut Luce sebagai mobil lima penumpang “sesungguhnya” pertama mereka.
Akses ke kursi belakang menggunakan pintu model suicide door atau pintu belakang yang membuka berlawanan arah. Ruang kaki penumpang belakang cukup lega, meski area kepala agak terbatas akibat desain atap yang melandai.
Bagasi belakangnya juga sangat besar untuk ukuran Ferrari, yakni mencapai 597 liter.
Untuk dapur pacu, Ferrari Luce dibangun di atas platform listrik 800V dengan baterai berkapasitas 122 kWh. Paket baterai tersebut dibuat langsung oleh Ferrari menggunakan sel lithium-ion hasil kerja sama dengan perusahaan Korea Selatan, SK On.
Teknologi fast charging hingga 350 kW memungkinkan mobil mengisi daya sekitar 70 kWh hanya dalam waktu 20 menit. Dalam kondisi penuh, Ferrari mengklaim Luce bisa menempuh jarak hingga 530 kilometer.
Soal performa, Ferrari tetap tidak main-main. Mobil ini memakai empat motor listrik independen yang menggerakkan masing-masing roda.
Baca juga: Voyah Passion S Resmi Debut, SUV Listrik 637 Hp Penantang Xiaomi YU7 GT
Total tenaganya mencapai 1.036 horsepower dengan torsi 1.002 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam bisa dicapai dalam 2,5 detik, sementara 0-200 km/jam hanya butuh 6,8 detik. Kecepatan maksimalnya tembus 310 km/jam.
Meski bobot mobil mencapai 2,2 ton lebih, Ferrari membekalinya dengan suspensi double wishbone dan teknologi peredam elektronik Multimatic TrueActive 48 volt agar tetap stabil saat dipakai dalam kecepatan tinggi.
Ferrari juga mencoba mempertahankan sensasi berkendara khas mobil sport lewat paddle di balik setir. Bedanya, paddle kiri dipakai untuk mengatur regenerative braking, sedangkan paddle kanan mengatur distribusi tenaga listrik untuk memberi dorongan akselerasi tambahan.
Menariknya lagi, Ferrari memasang sistem suara khusus yang memperkuat getaran asli motor listrik ke dalam kabin agar pengemudi tetap merasakan sensasi emosional saat berkendara.
Untuk pasar global, Ferrari Luce dibanderol mulai 550 ribu euro atau sekitar Rp9,7 miliar. Harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya impor di masing-masing negara.
Pengiriman unit pertama dijadwalkan mulai awal tahun depan untuk pasar Eropa. Sementara versi setir kanan akan hadir di Inggris pada musim semi 2027.
Ferrari sendiri tetap menjaga eksklusivitas produksinya dengan membatasi total produksi global hanya sekitar 14 ribu unit mobil per tahun untuk seluruh lini produknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ArenaEV