INDOZONE.ID - Industri mobil dan motor listrik di Indonesia makin ramai, membuat pemerintah mendorong industri kecil dan menengah (IKM) masuk ke rantai pasok kendaraan listrik nasional.
IKM diharapkan mampu membuat komponen lokal agar ikut tumbuh dan punya daya saing global.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat peluang industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) masih sangat besar.
Indonesia punya modal kuat lewat cadangan nikel, pasar domestik besar, dan makin banyaknya merek EV yang masuk.
Oleh karena itu, pemerintah mulai mendorong IKM komponen otomotif supaya ikut masuk ke rantai pasok mobil listrik nasional.
“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Baca juga: Dealer BYD BSD Kebakaran, Mobil Listrik Aman?
Langkah serius Kemenperin dilakukan lewat kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026.
Acara itu melibatkan pelaku IKM komponen otomotif, asosiasi, pemerintah daerah, sampai perusahaan besar seperti PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.
Penjualan Mobil Listrik Naik Tajam
Pasar kendaraan listrik di Indonesia memang lagi tumbuh cepat. Data Gaikindo mencatat penjualan battery electric vehicle (BEV) pada kuartal pertama 2026 mencapai 33.150 unit.
Angka itu naik 95,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara populasi bus listrik nasional sampai April 2026 sudah mencapai 798 unit. Untuk kendaraan roda dua listrik, jumlahnya bahkan tembus 236.451 unit per Februari 2026.
Kenaikan ini menunjukkan pola konsumsi mulai berubah. Anak muda perkotaan sekarang makin familiar dengan mobil listrik, baik lewat ride hailing, armada perusahaan, maupun kendaraan pribadi.
Infrastruktur SPKLU Juga Terus Bertambah
Pertumbuhan pasar EV juga didukung bertambahnya SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.
Data PLN mencatat hingga April 2026 sudah ada 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia. Pemerintah menargetkan jumlah itu naik jadi 62.918 unit pada 2030.
Target tersebut disiapkan untuk mendukung proyeksi 943.764 unit kendaraan listrik nasional sesuai roadmap Kementerian ESDM.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menilai kondisi ini membuka peluang baru buat pelaku industri komponen lokal.
“Kondisi ini menunjukkan perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk masuk dalam rantai pasok kendaraan listrik yang terus berkembang,” ujar Reni.
Industri Lokal Mulai Kejar Standar Global
Kementerian Perindustrian juga mulai membekali IKM dengan pemahaman soal standar teknologi dan kualitas industri EV.
Menurut Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin, Dini Hanggandari, pelaku industri lokal perlu siap menghadapi standar global yang lebih ketat dibanding kendaraan konvensional.
“Melalui kegiatan penjajakan peluang bisnis ini, diharapkan IKM alat angkut binaan kami dapat memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai standar teknologi, kualitas, dan keberlanjutan yang dibutuhkan industri kendaraan listrik sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing di pasar domestik maupun global,” tutup Dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Kemenperin