Rabu, 17 JUNI 2026 • 21:00 WIB

Land Rover Defender Sport Siap Meluncur 2027, Bawa Mesin Hybrid dan EV

Author

Land Rover Defender Sport. (autoexpress.co.uk)

INDOZONE.ID - Jaguar Land Rover (JLR) akhirnya mengonfirmasi bahwa calon SUV terbaru mereka, yang diperkirakan akan menggunakan nama Land Rover Defender Sport, tidak hanya hadir dalam versi listrik murni (EV). Model yang selama ini dijuluki sebagai “baby Defender” tersebut juga akan tersedia dengan teknologi hybrid, mengikuti perubahan strategi elektrifikasi yang kini mulai diterapkan sejumlah pabrikan global.

Keputusan ini menjadi salah satu langkah penting JLR dalam merespons dinamika pasar otomotif dunia yang ternyata belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik. Permintaan terhadap mobil elektrifikasi memang terus tumbuh, tetapi banyak konsumen masih menginginkan fleksibilitas yang ditawarkan teknologi hybrid.

Defender Sport dan SUV Baru Range Rover Dapat Mesin Hybrid

JLR mengungkapkan bahwa Defender Sport dan SUV menengah baru dari keluarga Range Rover akan menjadi model pertama yang menggunakan platform EMA (Electrified Modular Architecture) dengan pilihan tenaga hybrid penuh.

Sebelumnya, kedua model tersebut dirancang sebagai kendaraan listrik murni. Namun, perusahaan akhirnya memutuskan menghadirkan alternatif hybrid demi menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai negara.

Meski demikian, JLR belum mengungkap detail teknis mengenai sistem hybrid yang akan digunakan. Informasi seperti kapasitas mesin bensin, motor listrik, hingga performa gabungan masih dirahasiakan dan kemungkinan baru akan diumumkan menjelang peluncuran resmi.

Menurut JLR, langkah ini dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen sekaligus menyesuaikan kebutuhan pasar global yang berbeda-beda.

Baca juga: Defender Octa, SUV Terkuat Land Rover Meluncur di Indonesia

Permintaan EV Melambat di Sejumlah Negara

Keputusan menghadirkan versi hybrid juga tidak lepas dari kondisi pasar kendaraan listrik saat ini, terutama di Amerika Serikat yang menjadi salah satu pasar terbesar bagi JLR.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan penjualan mobil listrik di Negeri Paman Sam mulai melambat. Banyak konsumen masih mempertimbangkan faktor infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan, hingga jarak tempuh sebelum beralih sepenuhnya ke EV.

CEO JLR, P.B. Balaji, mengatakan bahwa Amerika Serikat menjadi fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami sedang mengeksplorasi segmen-segmen baru yang memiliki potensi tinggi untuk merek Defender agar dapat menghadirkan produk dan pengalaman yang lebih sesuai bagi pelanggan kami di Amerika Serikat,” ujarnya.

Ia bahkan menargetkan bisnis JLR di Amerika Serikat bisa tumbuh hingga setara dengan keseluruhan bisnis global JLR saat ini.

Siap Menjadi Defender Versi Lebih Terjangkau

Defender Sport akan menjadi anggota baru keluarga Defender dengan ukuran lebih kompak dibanding Defender 90 maupun Defender 110 yang saat ini dipasarkan.

Meski lebih kecil, SUV ini tetap akan mempertahankan karakter khas Defender berupa desain kokoh, kemampuan off-road mumpuni, dan tampilan yang tangguh.

Menariknya, harga Defender Sport diperkirakan akan lebih terjangkau dibanding Defender reguler. Karena itu, model ini berpotensi menjadi pintu masuk baru bagi konsumen yang ingin memiliki SUV premium Land Rover tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar Defender ukuran penuh.

Land Rover sebenarnya sudah beberapa kali mengembangkan konsep Defender berukuran lebih kecil. Kini, setelah sejumlah prototipe tertangkap kamera saat menjalani pengujian jalan, peluncuran resminya diperkirakan semakin dekat.

Desain Tetap Khas Defender

Berdasarkan sejumlah foto prototipe yang beredar, Defender Sport akan mengusung desain boxy atau mengotak yang menjadi identitas Defender selama ini.

Namun, terdapat beberapa perubahan agar tampil lebih modern dan proporsional untuk ukuran yang lebih kompak. Lampu depan akan dibuat lebih ramping, sementara bagian hidung kendaraan terlihat lebih landai dibanding Defender besar.

Bagian bawah bumper dan fender diperkirakan menggunakan aksen hitam untuk menonjolkan karakter SUV petualang. Land Rover juga diyakini akan menyediakan berbagai paket personalisasi, mulai dari pilihan warna atap kontras, stiker bodi, roof rack, hingga aksesori off-road lainnya.

Menggunakan Platform EMA Terbaru

Defender Sport akan menjadi salah satu model pertama yang menggunakan platform EMA milik JLR.

Awalnya platform ini dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik. Namun, kini EMA telah dimodifikasi agar mampu mengakomodasi sistem penggerak hybrid.

Keunggulan platform ini terletak pada efisiensi ruang kabin yang lebih baik dibanding platform sebelumnya. Dengan demikian, meski dimensinya lebih kecil, Defender Sport tetap mampu menawarkan ruang kabin yang lapang.

SUV ini diperkirakan hanya tersedia dalam konfigurasi dua baris kursi tanpa opsi tujuh penumpang. Namun, Land Rover disebut sedang mempertimbangkan tambahan kursi kecil di antara pengemudi dan penumpang depan, mirip konsep kursi tengah yang pernah digunakan pada Defender generasi modern.

Versi Listrik Tetap Disiapkan

Selain hybrid, Defender Sport juga akan hadir dalam versi listrik murni.

Varian EV diperkirakan menggunakan konfigurasi dual motor dengan sistem penggerak empat roda (AWD). Kapasitas baterainya disebut berada di kisaran 70-90 kWh.

Dengan kapasitas tersebut, jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 480-515 km dalam sekali pengisian daya penuh.

Meski memiliki bodi tegak yang kurang ideal untuk aerodinamika, Land Rover diyakini akan mengoptimalkan efisiensi melalui teknologi motor listrik generasi terbaru.

Baca juga: Land Rover Rilis Mobil Defender Trophy Edition yang Cuma Dijual 220 Unit!

Tetap Punya Kemampuan Off-Road

Sebagai bagian dari keluarga Defender, kemampuan melibas medan berat tetap menjadi salah satu nilai jual utama.

Defender Sport diperkirakan akan dibekali sistem Terrain Response yang menjadi andalan Land Rover selama bertahun-tahun.

Berkat penggunaan motor listrik, distribusi tenaga ke roda depan dan belakang dapat dilakukan secara lebih presisi dibanding kendaraan bermesin konvensional. Hal ini berpotensi meningkatkan kemampuan traksi saat melewati medan licin, berbatu, maupun jalur tanah.

Meluncur Tahun Ini, Dijual Mulai 2027

Land Rover diperkirakan akan memperkenalkan Defender Sport secara resmi sebelum akhir tahun ini. Namun, penjualannya baru akan dimulai pada awal 2027.

Saat meluncur nanti, SUV ini diposisikan sebagai pengganti tidak langsung bagi Discovery Sport yang usianya sudah cukup tua.

Untuk pasar global, Defender Sport akan berhadapan dengan sejumlah SUV listrik premium seperti Jeep Recon, BMW iX3 generasi baru, hingga Mercedes-Benz GLC Electric.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Autoexpress.co.uk

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU