Selasa, 23 JUNI 2026 • 19:00 WIB

Renault Megane E-Tech Dapat Upgrade Besar-besaran, Cas 15-80 Persen Cuma Butuh 24 Menit

Author

Renault Megane E-Tech. (ArenaEV)

INDOZONE.ID - Pabrikan otomotif asal Prancis, Renault, resmi memberikan penyegaran untuk model yang menjadi pionir era mobil listrik massal mereka, Renault Megane E-Tech. Sejak pertama kali mengaspal pada tahun 2022 lalu, kini Megane E-Tech tampil makin gahar dengan sejumlah ubahan desain, motor listrik yang lebih bertenaga, hingga kapasitas baterai yang jauh lebih jumbo.

Langkah ini diambil Renault demi bisa bertarung di segmen kendaran listrik (electric vehicle/EV) yang kini kian sesak dan kompetitif di pasar global.

Wajah Baru yang Terinspirasi dari Sang Kakak

Melihat tampilannya, sektor depan Megane E-Tech kini berubah total, menyisakan lampu utama saja yang masih dipertahankan dari model terdahulu. Desain teranyar ini berkiblat pada bahasa desain sang kakak, Scenic E-Tech, yang memamerkan rupa gril baru yang lebih dinamis serta peletakan logo Renault yang dibuat agak turun ke bawah kap mesin.

Tak kalah mencuri perhatian, Renault menyematkan lampu DRL baru bermotif berlian yang ditenagai oleh 8 titik LED di kedua ujung bempernya. Desain ini sengaja dirancang agar mobil terkesan lebih lebar dan memberikan efek visual road-hugging alias menempel erat ke aspal. Bergeser ke area buritan, lampu belakangnya masih mengusung konsep menyambung (full-width layout), namun kini diberi sentuhan efek 3D yang terlihat futuristik.

Baca juga: Produksi Renault Kiger Capai 50 Ribu Unit di India, Disukai Konsumen

Beralih ke Baterai LFP yang Lebih Awet

Dapur pacu versi facelift ini juga mendapat peningkatan performa yang cukup signifikan:

  • Kapasitas Baterai Baru: Kini kapasitas baterainya naik menjadi 67 kWh dari yang sebelumnya hanya 60 kWh.
  • Jarak Tempuh: Berdasarkan pengujian standar WLTP, mobil ini diklaim bisa menjelajah hingga sejauh 500 km dalam kondisi penuh, naik sekitar 50 km dari model lamanya.

Menariknya, Renault memutuskan untuk mengganti jenis baterai dari Nickel Manganese Cobalt (NMC) ke jenis Lithium Ferro Phosphate (LFP). Di atas kertas, baterai LFP memang memiliki densitas energi yang lebih rendah dan bobot lebih berat (yang membuat tinggi mobil ini naik sekitar 20 mm). Namun, Renault punya alasan kuat. Baterai LFP memiliki usia pakai (lifespan) yang jauh lebih panjang serta stabilitas termal yang dinilai lebih aman.

Pihak Renault menyebut langkah ini diambil demi mendapatkan rasio terbaik antara efisiensi harga, jarak tempuh yang ditawarkan, serta kecepatan pengisian daya.

Pengisian Daya Super Cepat

Urusan ngecas juga tidak perlu waktu lama. Kemampuan fast charging Megane E-Tech kini melonjak hingga 165 kW (sebelumnya hanya 130 kW). Hasilnya, untuk mengisi daya baterai dari kondisi 15% hingga 80% kini hanya membutuhkan waktu 24 menit saja! Untuk kaki-kakinya, mobil ini dibekali opsi pelek alloy berukuran 19 inci atau 20 inci.

Fitur Makin Pintar dan Kehadiran Fitur MagSafe

Upgrade besar-besaran Renault Megane E-Tech. (ArenaEV)

Urusan performa, Renault Megane E-Tech tetap mempertahankan sistem penggerak roda depan (FWD) dengan semburan tenaga mencapai 220 hp dan torsi melimpah sebesar 300 Nm.

Urusan fitur berkendara, Renault kini menghapus setelan mode "Personal" lama dan menggantinya dengan Smart Mode. Fitur pintar ini bekerja secara otomatis untuk memilih mode berkendara terbaik antara Eco, Comfort, atau Sport dengan menganalisis kondisi jalan serta input dari gaya menyetir pengemudi. Jadi, kamu tidak perlu repot lagi mengganti mode secara manual di tengah jalan.

Masuk ke area kabin, fitur penunjang kenyamanan juga ikut di upgrade. Renault kini menyematkan teknologi pengisian daya nirkabel magnetis mirip MagSafe untuk menggantikan slot wireless charger standar yang lama agar posisi ponsel tidak mudah bergeser saat mobil melaju.

Baca juga: Renault Bikin Mobil Penumpang Setara Bus Kecil Tapi Sangat Ramah Lingkungan

Varian, Estimasi Harga, dan Rival di Kelasnya

Renault menghadirkan mobil ini dalam dua pilihan tipe saja, yaitu Techno dan Esprit Alpine. Tipe Techno hadir standar dengan pelek 19 inci, sementara tipe Esprit Alpine tampil lebih sporty dengan pelek 20 inci eksklusif serta beberapa detail visual khusus di bodinya. Ada 7 warna bodi yang dipasarkan, termasuk warna baru Satin Blue Slate yang bisa dikombinasikan dengan atap berwarna hitam atau abu-abu (two-tone).

Megane E-Tech facelift ini dijadwalkan bakal mulai dijual resmi pada akhir tahun 2026. Meski harganya belum dirilis secara gamblang, nilainya diprediksi tidak akan jauh berbeda dari versi terdahulu, yakni berada di kisaran €30,000 hingga €35,000 (sekitar Rp520 jutaan hingga Rp610 jutaan).

Mobil listrik andalan Prancis ini siap menantang rival berat di kelasnya, mulai dari saudara satu grupnya sendiri hingga kompetitor tangguh seperti Peugeot e-308, MG4 EV, dan Cupra Born.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ArenaEV

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU