Seorang penjual produk mobil FCA atau dikenal salesman FCA telah didakwa oleh jaksa federal karena atur konspirasi penipuan kawat yang merugikan produsen mobil, yang dikenal Stellantis dengan nilai mencapai US$8,7 juta.
Sebuah pengaduan kriminal menuduh bahwa penjual berusia 34 tahun yang bernama Apollon (Apollo) Nimo dari Parkway Chrysler Dodge Jeep Ram mengatur penipuan menjual diskon karyawan secara ilegal kepada pembeli yang tidak memenuhi syarat. Dimana, FCA tawarkan diskon 5% pada karyawan dan kerabat untuk kendaraan dan dipahami bahwa sebagian besar penjualan Nimo berada di bawah program Nomor Kontrol Pembelian Karyawan, menjadikannya sebagai penjual terbaik di seluruh negeri.
Di luar diskon, kerugian FCA sendiri ditambahkan dengan bonus yang diterima penjual. Dalam laporannya, Agen Khusus Investigasi Keamanan Dalam Negeri yaitu Joseph Kunnummyalil mencatat bahwa dia telah menerima hadiah US$700.000 langsung dari pembuat mobil, selain kompensasi dari dealer dari 2010-2019.
Detroit News menyatakan bahwa penyelidik FCA ketahui konspirasi itu setelah menemukan bahwa nomor karyawan dibeli dan dijual di grup Facebook pribadi. Banyak karyawan yang mengeluh kepada produsen mobil yang mengatakan bahwa nomor karyawan mereka dipakai tanpa persetujuan mereka dan setelah menganalisis 268 nomor yang dipakai secara ilegal.
Jaksa federal menemukan bahwa nomor karyawan dibeli dan dijual melalui kelompok Khaldean Mens Only dan Kelompok Pria Khaldea Detroit di Facebook. Dalam salah satu postingan, seorang member pun memberikan pernyataannya.
“Mencari rekomendasi sewa mobil, bisa jenis mobil apa saja. Terima kasih kawan." Anggota lain kemudian menjawab "Ayo Peter, saya sudah memberi tahu Anda tentang Apollo 1000 kali dan semua orang di sini menggunakan dia."
Penyidik pun mulai curiga ketika Nimo berhasil menjual sekitar 250 unit kendaraan pada Januari 2020, yang jelas meerupakan sangat tinggi.
"FCA US berkomitmen untuk menjaga integritas program pembelian karyawan kami dan bekerja sama dengan Kantor Kejaksaan AS," ungkap pembuat mobil Detroit dalam sebuah pernyataan.
“Kami mencatat bahwa dealer adalah bisnis independen dan sepenuhnya bertanggung jawab atas perilaku dan pengoperasian mereka. Karena masalah ini sedang berlangsung, kami tidak dapat mendiskusikannya lebih lanjut saat ini." lanjutnya.
Atas hal itu, Nimo pun ditangkap pekanlalu dan terancam hukuman 20 tahun penjara.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: