Saat ini kebanyakan orang yang ingin membeli mobil listrik pasti memperhatikan satu hal yaitu jarak tempuh dari mobil tersebut.
Pasalnya saat ini jumlah stasiun pengisian baterai di sejumlah negara juga masih belum sebanyak stasiun pengisian bahan bakar bensin sehingga jarak tempuh menjadi salah satu faktor yang dilihat banyak orang ketika membeli mobil listrik.
Alhasil dengan ini, banyak produsen otomotif yang berlomba untuk menghadirkan mobil listrik dengan jarak tempuh mencapai 1.000 kilometer atau lebih. Tetapi hal tersebut tak ingin dilakukan oleh BMW.
Pemimpin proyek mobil listrik BMW i4 2022, David Ferrufino, ia mengatakan bahwa saat ini fokus BMW adalah bukan untuk menghadirkan mobil yang bisa melaju dengan jarak mencapai 1.000 kilometer.
"Jarak 1.000 kilometer bukanlah target yang kami ingin capai di mobil listrik buatan kami," ucap Ferrufino dikutip dari Motor1.
Hal tersebut dikarenakan ada beberapa jenis mobil yang tidak membutuhkan jarak tempuh hingga 1.000 kilometer, contohnya saja BMW i3 yang sudah cukup dengan jarak tempuh 600 kilometer.
Meskipun tetap akan mengembangkan baterai yang lebih awet dan bagus, BMW memilih untuk membantu pengembangan infrastruktur pengisian baterai agar pengguna tidak perlu repot saat ingin mengisi daya mobilnya.
"Kami tidak cuma ingin menghadirkan kemajuan di teknologi baterai, tapi kami juga ingin memiliki jaringan pengisian daya publik yang berkembang pesat," lanjut Ferrufino.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: