INDOZONE.ID - Pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, terganggu oleh aksi organisasi masyarakat (ormas) yang dinilai bersifat premanisme.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua MPR Edi Suparno saat mengunjungi kantor pusat BYD di Shenzhen, China.
“Sempat ada permasalahan terkait premanisme Ormas yang mengganggu pembangunan dari sarana produksi BYD. Ya saya kira itu harus tegas,” kata Edi dikutip dari aku Instagram-nya, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Update Harga BYD Sealion 7 Premium Terbaru 2025 dan Spesifikasinya, Sedan Listrik Terkencang?
Menurutnya, pemerintah tidak boleh diam. Jaminan keamanan, kata Edi, adalah syarat mutlak agar investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia.
“Pemerintah perlu tegas untuk kemudian menangani permasalahan ini. Jadi jangan sampai investor datang ke Indonesia dan merasa kemudian tidak mendapatkan jaminan keamanan. Dan itu jaminan keamanan adalah hal yang paling mendasar bagi investasi untuk masuk ke Indonesia,” lanjutnya.
“Investasi harus memberi manfaat, negara tidak boleh kalah dari premanisme,” tegasnya.
Baca Juga: 5 Perbandingan Mobil Listrik BYD M6 vs Hyundai Stargazer, Harga 400 Jutaan Mending Mana?
Pabrik Rampung Akhir 2025, Serap 18 Ribu Tenaga Kerja
BYD, perusahaan otomotif asal China, telah memulai pembangunan pabrik kendaraan listrik di Subang. Fasilitas ini ditargetkan rampung akhir 2025 dan akan menjadi pusat produksi untuk pasar Asia Tenggara.
Pabrik tersebut diproyeksikan mampu memproduksi hingga 150 ribu unit per tahun. Selain untuk kebutuhan domestik, kendaraan yang diproduksi juga akan diekspor ke berbagai negara di kawasan.
General Manager BYD Asia Pacific, Liu Xueliang, mengatakan bahwa pihaknya optimistis proyek ini akan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Sebagai salah satu pelaku utama dalam industri kendaraan listrik, BYD akan terus mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik," ujarnya kepada media, Senin (20/1/2025).
Baca Juga: 5 Alasan Mobil Listrik BYD M6 Terbaru Layak Dipertimbangkan: Muat Banyak dan Nyaman buat Keluarga!
Pabrik ini juga akan menjadi tempat pengembangan teknologi baterai untuk kendaraan listrik dan plug-in hybrid (NEV).
Salah satu dampak positif dari pembangunan pabrik ini adalah terciptanya lebih dari 18 ribu lapangan kerja baru di berbagai sektor.
Tak hanya soal jumlah, BYD juga berkomitmen untuk melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga kerja lokal.
Dengan keterlibatan SDM Indonesia dalam proses produksi dan pengembangan teknologi, diharapkan kompetensi tenaga kerja nasional ikut meningkat.
Proyek ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam rantai pasok kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram